alexametrics
Jumat, 22 Oct 2021
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Total Anggaran Sekitar Rp 63 Miliar

23 Juni 2021, 12: 36: 47 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Kutipan

Kutipan

GARUM, Radar Blitar - Serapan minim tampaknya menjadi fenomena tahunan yang sulit diubah dalam pelaksanaan anggaran daerah. Bahkan, organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki ranking terbawah dalam menyerap anggaran juga  nyaris sama setiap tahun. Yakni OPD yang memiliki kegiatan fisik.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blitar Nanang Adi menyebutkan, tahun ini ada 311 paket kegiatan dari anggaran belanja langsung. Termasuk paket kegiatan dengan nilai kecil yang dikerjakan melalui mekanisme penunjukan langsung. Sebagian besar kegiatan juga sudah mulai dikerjakan. Bahkan, kegiatan kecil ada yang sudah selesai dikerjakan. "72 persen sudah kami tenderkan. Total anggarannya sekitar Rp 63 miliar," katanya.

Yang jadi persoalan, tegas Nanang, kini beberapa sumber pendanaan belum ditransfer ke daerah. Misalnya DAK dan DID. Padahal, kegiatan yang dikerjakan dari anggaran tersebut sudah mulai dilakukan. Akibatnya, progres serapan anggaran di dinasnya terpantau minim karena rekanan belum bisa melakukan pencairan termin. "Tahun ini DID kita sekitar Rp 19 miliar. Itu untuk 11 kegiatan di bidang jalan dan enam kegiatan irigasi. Kami sudah action. Bahkan sudah kalau mau lihat di wilayah Pantai Pangi dan Panggungrejo itu sudah mulai dicor," ungkapnya.

Meski belum ada transfer ke daerah, pihaknya optimistis hal ini tidak akan menjadi persoalan. Artinya, sudah ada kepastian anggaran untuk belanja kegiatan meskipun pencairannya tidak berjalan sesuai tahapan termin. Hanya saja, jika dilihat dari progres serapan memang sedikit tidak bagus. "Kalau penyebab belum ditransfer kami juga tidak tahu, itu bukan wewenang kami," ujarnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news