alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar

Lahirkan Kelas Professional Poultry Close House System

Kolaborasi dengan DUDI

02 Juli 2021, 08: 40: 34 WIB | editor : Jessica AP

KOMPAK: Pimpinan beberapa perusahaan dan akademisi Unisba Blitar foto bersama usai lokakarya di aula, Rabu (30/6).

KOMPAK: Pimpinan beberapa perusahaan dan akademisi Unisba Blitar foto bersama usai lokakarya di aula, Rabu (30/6). (BUDIONO, WHENDY GIGIH PERKASA/ RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar terus berinovasi. Terbaru, bakal menghadirkan kelas unggulan pada Prodi Peternakan. Yakni kelas Professional Poultry Close House Management System.

Demi terwujudnya kelas tersebut, digelar lokakarya di aula Unisba Blitar, Rabu (30/6). Selain akademisi, kegiatan itu juga dihadiri pimpinan beberapa perusahaan. Yakni dari PT Jatinom Indah Agri (Blitar), PT Agrinusa Jaya Sentosa (Jakarta), PT Big Dutchman (Tangerang Banten), PT Mensana Aneka Satwa (Magetan), PT Sanbe Farma (Malang), dan PT Charoen Pokphand (Ngoro Jombang).

Para peserta lokakarya terlihat antusias. Mereka memberikan masukan terkait kurikulum yang akan diterapkan dalam kelas unggulan tersebut. Mereka nantinya akan sekaligus berperan menjadi pengajar aktif.

Baca juga: 557 PMI Tak Bisa Berangkat

Target yang ingin dicapai adalah para lulusan dijamin memiliki  kemampuan dan keterampilan sehingga bisa diterima di dunia usaha dan industri. 

Hidayatur Rahman, perwakilan DUDI dalam lokakarya tersebut menyatakan, DUDI berkolaborasi dengan Unisba agar bisa memenuhi keinginan para pelaku usaha dan industri. Sebab, universitas atau pihak akademisi masih jarang mendengar kemauan DUDI. Nah, dalam lokakarya tersebut, DUDI bisa menyampaikan harapan ataupun keinginannya. “Jangan sampai suatu lembaga pendidikan itu menjual SDM yang tak bisa kami gunakan,” ujarnya.

“Karena itulah kami buat suatu kolaborasi bersama tentang bagaimana DUDI dan dunia akademik menjadi satu,” lanjut pria yang juga menjabat ketua Yayasan Bina Citra Anak Bangsa itu.

Rektor Unisba Blitar, Soebiantoro melalui Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama Unisba Blitar, Supriyono, berharap kolaborasi antara DUDI dengan Unisba bisa menjadi momen terbaik dan bermanfaat. Termasuk bagi warga Blitar khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. “Kami tidak mengantre mencari kerja, tapi ikut memberikan solusi menghasilkan lulusan yang benar-benar siap kerja sesuai kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri” jelasnya.

Dia menyatakan, salah satu program utama pembelajaran kampus merdeka yakni adanya hubungan dengan DUDI. Selain itu, kurikulum harus berbasis kebutuhan dalam dunia usaha dan industri. “Hal tersebut relevan dengan tujuan Unisba dan visinya menjadi entrepreneur university yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Pria ramah itu mengatakan, kelanjutan dalam visi tersebut yakni menghasilkan mahasiswa yang ketika lulus bisa langsung diterima di dunia usaha dan industri. Selain itu, juga bisa menjadi seorang wirausahawan yang profesional. “Diharapkan dengan DUDI ini, Unisba bisa menyelaraskan dunia akademik dengan dunia usaha dan industri,” jelasnya.

Dia melanjutkan, dalam waktu dekat juga bakal ada lompatan inovasi yang dilakukan Unisba. Yakni adanya program unggulan lain. Di antaranya kelas kenotariatan untuk fakultas hukum serta sekolah penggerak untuk fakultas keguruan dan ilmu pendidikan.

Dekan Fakultas Peternakan Unisba Blitar, Nita Opi Ari Kustanti mengatakan, program kelas close house bakal dilaksanakan dua semester atau satu tahun. Selama pelaksanaannya nanti, bakal ada evaluasi yang dilakukan tim, termasuk dari DUDI. Kini yang dipersiapkan yakni kurikulum. Pesertanya mahasiswa fakultas peternakan. Namun, tak menutup kemungkinan ada mahasiswa luar Unisba. Sebab, kini ada kampus merdeka. “Jadi walaupun bukan mahasiswa peternakan, bisa ikut bergabung,” jelasnya.

Adanya kampus merdeka semakin membuka peluang para mahasiswa untuk mencari ilmu. Belajar di perguruan tinggi lain, mengeksplor keragaman budaya,dan hal lainnya. Ini juga menjadi ajang pertukaran mahasiswa. Seperti yang dicanangkan Kementerian Pendidikan. (*) 

(rt/whe/esi/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news