alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Waduuh… Harga Bahan Pangan Merangkak Naik

Jelang Hari Raya Kurban

02 Juli 2021, 11: 07: 04 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MULAI NAIK: Pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Templek kemarin (1/7).

MULAI NAIK: Pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Templek kemarin (1/7). (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Momen Idul Adha pada 20 Juli mendatang ternyata mulai berpengaruh terhadap harga bahan pangan di pasaran. Buktinya, harga mulai merangkak naik. Para pedagang memperkirakan kenaikan masih akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

Seperti terlihat di Pasar Templek kemarin (1/7). Harga telur ayam naik menjadi Rp 26 ribu per kilogram (kg). Sebelumnya hanya sekitar Rp 22 ribu per kg. Beras yang merupakan salah satu kebutuhan pokok, harganya juga mulai naik. Yakni sekitar Rp 12 ribu per kg. Sebelumnya hanya sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kg.

"Idul Adha memang masih tiga pekan lagi. Tapi sejak awal pekan ini beberapa harga barang di pasar sudah mulai naik," ujar Nanda Rida Hamidah, salah seorang pedagang.

Baca juga: Dua Sungai Tercemar Limbah

Dia mengatakan, harga sejumlah bumbu dapur juga naik. Tomat sebelumnya dijual Rp 9 ribu, kini menjadi Rp 13 ribu per kg. Bawang putih Rp 25 ribu per kg naik menjadi Rp 28 ribu per kg. Bawang merah Rp 27 ribu per kg, sekarang menjadi Rp 30 ribu per kg.

"Yang paling terasa itu cabai rawit. Karena awalnya sekitar Rp 30 ribu per kg, kini menjadi Rp 55 ribu per kg," katanya.

Wanita berusia 26 tahun itu memperkirakan, kondisi tersebut bakal terus berlangsung hingga akhir bulan. Yakni bertepatan dengan perayaan Idul Adha atau hari raya kurban.

Tak hanya terkait kenaikan harga, pedagang juga mulai khawatir dengan rencana pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat oleh pemerintah. Sebab, hal itu bakal membuat pembeli di pasar makin sepi. "Saya baru dengar memang kabarnya mau ada PPKM darurat. Takutnya nanti makin tidak ada yang beli ke pasar kalau dibatasi," ungkap Sri Sulastri yang juga pedagang di Pasar Templek. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news