alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Sempat Putus Asa

Suka-Duka Ira Choirotuz Z, Atlet Bulu Tangkis Paralimpyc Blitar

Kini Ikuti Puslatda Atlet Jatim

07 Juli 2021, 11: 40: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

INSPIRATIF: Ira Choirotuz Z tampil percaya diri setelah mengikuti latihan rutin, beberapa waktu lalu.

INSPIRATIF: Ira Choirotuz Z tampil percaya diri setelah mengikuti latihan rutin, beberapa waktu lalu. (Ira Choirotuz Zawaidah For Radar Blitar)

Kehilangan satu tangan tak membuat Ira Choirotuz Zawaidah putus asa. Bahkan, perempuan 19 tahun ini bergabung dengan tim bulu tangkis paralimpyc Blitar. Dengan satu tangan dia berhasil menyabet medali perak pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jatim 2021.

FIMA PURWANTI, Garum, Radar Blitar

Kecelakaan saat berkendara dan merenggut satu tangannya bukanlah hal mudah dilalui Ira Choirotuz Zawaidah. Kecelakaan saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) membuat dunianya “berubah”, karena telapak kirinya harus diamputasi.

Baca juga: Empat Orang Saksi Beri Keterangan

Gadis yang kerap dipanggil Ira itu mengaku, tak begitu mengingat jelas kejadian kecelakaan yang menimpanya. Sebab, dirinya sempat tak sadarkan diri saat kecelakaan. Hanya nyeri dan sakit yang dirasakan saat terbangun.

"Ingetnya ya kecelakaan terus telapak tangan sakit. Dan memang putus telapak tangannya," tuturnya.

Perawatan secara intensif pun dilakukan, bahkan sempat dibawa ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Namun, takdir berkata lain, justru pilihan amputasi yang harus diterimanya. "Pilihannya ya diamputasi, mau enggak mau. Dipotong sekitar 10 cm ke belakang dari pergelangan tangan," akunya.

Kehilangan tangan kiri tak pernah terlintas di benak gadis asal Dusun Pucungsari Kidul, Desa Slorok, Kecamatan Garum itu. Perasaan takut, khawatir, hingga menyesal terus menghantuinya setiap hari. Bahkan, sempat pula merasa putus asa untuk menjalani hidup.

"Bener - bener berada di titik terendah. Stres sampai mau menyerah karena terlalu takut, nanti kedepannya gimana dan sebagainya," beber gadis ramah ini.

Berkat dukungan orang tua dan keluarga, membuatnya sadar kembali. Semangat hidupnya pun kembali tertata, setelah mendapatkan dukungan semangat dari orang-orang terdekat. Termasuk dari teman - temannya yang tak sedikit memberi motivasi.

Dia mengaku, butuh waktu sekitar dua tahun untuk memompa semangat yang hilang. Kepercayaan dirinya pun juga mulai kembali. Karena melihat masih banyak orang yang cacat dan sampai tidak punya tangan dan kaki, tapi tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya.

"Lupa tepatnya kapan cuma pas itu ditawarin untuk gabung dengan NPCI (National Paralympic Committee Indonesia) Kabupaten Blitar. Karena memang mau coba hal yang baru, ya sudah ikut saja," terangnya.

Gadis berusia 19 tahun itu menuturkan, sejak bergabung dengan NPCI kesibukannya pun bertambah. Tak hanya mengikuti perkuliahan, namun juga mengikuti latihan beberapa cabang olahraga (cabor) secara rutin. Hingga, memutuskan untuk fokus pada cabor bulu tangkis.

"Awalnya ya susah karena cuma satu tangan. Jadi agak kesusahan, tapi lama-kelamaan ya terbiasa, karena sering latihan," ujar gadis yang juga mahasiswa jurusan fisika di Universitas Negeri Malang itu.

Kejuaraan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jatim 2021 menjadi ajang perlombaan pertama yang diikutinya, setelah memutuskan untuk bergabung menjadi atlet paralimpik. Tak tanggung - tanggung medali perak pun berhasil didapatkannya. Kemenangan pertama itu menjadi hadiah paling berharga baginya.

"Pertama kali ikut lomba tingkat provinsi, alhamdulillah dapat perak. Senang sekali, bisa jadi tumpuan untuk bisa dapat lagi yang lebih baik," akunya antusias.

Kini, ujar Ira,dirinya tengah mengikuti latihan masif sebagai persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua XVI yang akan digelar Agustus 2021. Bersama dengan empat rekannya yang berangkat ke Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Surabaya pekan lalu.

"Ini sekarang di Puslatda Surabaya, mungkin sekitar empat sampai lima bulan fokus latihan. Jadi harus benar-benar siap mental dan fisik. Dan yang penting adalah enggak boleh lagi mudah menyerah dengan keadaan ataupun kekurangan yang kita miliki," ungkapnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news