alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kemana-mana Pelaku Bawa Sabit

Nemu di Tempat Sampah Pasar Sore

07 Juli 2021, 13: 11: 38 WIB | editor : Alwik Ruslianto

CARI BUKTI: Penyidik ketika melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan Tukiran pada Kamis (1/7) lalu.

CARI BUKTI: Penyidik ketika melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan Tukiran pada Kamis (1/7) lalu. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Proses penyidikan untuk mengumpulkan bukti tambahan terhadap Teguh (TG) atau yang sering disapa Gendon, 58, warga Dusun Semanding, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo terus dilakukan. Pasalnya, hampir dipastikan tersangka membunuh Tukiran, 79, warga Lingkungan Klampisan, Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek, yang merupakan rekan sesama tukang becak dengan sadar.

KBO Satreskrim Polres Trenggalek Ipda Krisna Dwijaya mengatakan, salah satu bukti yang disiapkan terkait kasus tersebut adalah hasil otopsi terhadap mayat korban. Sebab berdasarkan hasil otopsi tersebut, ada luka d di tangan kanan dan bagian leher korban. Dari situ untuk luka di bagian leher mengakibatkan pendarahan hingga membuat korban meninggal. "Sedangkan untuk luka di tangan kanan akibat saat pertikaian itu korban sempat menangkis bacokan tersangka," katanya.

Dia melanjutkan, sedangkan asal sabit yang digunakan tersangka, menurut pengakuannya ketika proses penyidikan dari tempat sampah area Pasar Sore. Itu terjadi karena ketika tiba di wilayah Trenggalek, tersangka tidak ada tempat tinggal tetap. Sebab biasanya tidur di lapak-lapak Pasar Sore, Pasar Subuh, dan sebagainya. "Dari situ dulunya ketika tidur korban menemukan sabit tersebut, dan membawanya," ungkapnya.

Baca juga: Kecewa RDP Ditunda-tunda

Sehingga karena tidak memiliki tempat tinggal, tersangka selalu membawa sabit tersebut kapanpun dan dimanapun dia pergi. Itu dilakukan selain untuk berjaga-jaga jika ada keadaan bahaya, tersangka juga biasanya mencari pakan ternak. Dimana pakan ternak tersebut nantinya dijual sebagai penghasilan tambahannya. Nantinya jika terbukti bersalah tersangka akan diancam dengan pasal 338 KUHP untuk kasus pembunuhannya, dan juga UU Darurat 1951 karena membawa senjata tajam ke mana-mana. "Kasus ini masih kami dalami, dan secepat mungkin akan menyelesaikannya," jelas Krisna.

Sekadar mengingatkan, Tukiran warga Lingkungan Klampisan, Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek tewas di tangan rekan sesama tukang becak pada Kamis (1/7) lalu. Dia menjadi korban pembacokan Teguh alias Gendon, 58, warga Dusun Semanding, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Dimana pada kesimpulan awal diduga dipicu rasa iri pelaku saat korban diberi uang sumbangan. Meskipun dalam perkembangannya, semua dipicu rasa sakit hati pelaku yang sebelumnya sempat diancam hendak dibunuh korban.(*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news