alexametrics
Minggu, 19 Sep 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tangkap Pengedar Sabu di Warkop dan Rumah

07 Juli 2021, 13: 20: 34 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (HENDRA NOVIAS/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Pernah mendekam dibalik jeruji besi, nyatanya belum membuat Ariefin Ibnu Koesandy (AIK) alias Util jera. Buktinya, pemuda asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, ini kembali berurusan dengan polisi, karena mengedarkan narkotika jenis golongan satu, yakni sabu.

Kasatreskoba AKP Andri Setya melalui Kasubbag Humas Iptu Tri Sakti Saiful Hidayat mengatakan, pengungkapan bisnis barang haram yang dijalankan Ariefin dilakukan setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat akan ada transaksi narkoba di Kecamatan Gondang. Dari hasil penyelidikan, Ariefin merupakan satu gerbong dengan Andi Sagita (AS) yang lebih dulu diamankan polisi. "Jadi awalnya, AS dulu yang diamankan di warkop. Setelah dilakukan pengembangan, mengarah ke AIK dan langsung diamankan saat di rumah," ucapnya.

Saat diamankan, keduanya langsung dilakukan tes urine. Hasilnya, positif mengonsumsi sabu. Sementara dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku menjalankan usaha barang haram tersebut dengan patungan. "Diduga selain sebagai pengedar, juga sebagai pemakai. Karena hasil tes urine positif," jelasnya.

Baca juga: Mengkonversikan 90 Persen Oksigen untuk Industri Medis

Dari upaya penggeledahan kedua pengedar tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya berupa, empat poket sabu dengan berat 1,49 gram; satu pipet kaca berisi sisa sabu; satu pipet kaca kosong; satu buah timbangan digital; tiga buah lembar lakban warna hitam yang digunakan sebagai pembungkus sabu; satu buah korek api; satu pack plastik klip; dua buah skrop dari sedotan; dua buah cottonbud; satu buah alat bong dan 2 handphone. "Status mereka kita naikkan jadi tersangka. Untuk proses pengembangan mengungkap jaringan di atasnya," tuturnya.

Lanjut dia, atas perbuatannya kedua dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukuman pidana paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun penjara," tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news