alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kelabui Polisi, Nama Hewan jadi Pelanggan

13 Juli 2021, 12: 38: 38 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA, Radar Tulungagung - Ada-ada saja cara jaringan narkoba untuk mengelabui kepolisian agar jaringannya tidak mudah dibongkar. Seperti yang dilakukan Anjar Roni (AR) alias Jebles, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru yang berhasil diringkus Satreskoba Polres Tulungagung Jumat (9/7) lalu. Pria berusia 26 tahun, mencoba menyembunyikan jaringannya dengan mengganti nama-nama pembeli dengan nama hewan.

Kasubbag Humas Polres Tulungagung, Iptu Trisakti Saiful Hidayat mengatakan, penangkapan AR ini merupakan hasil pendalaman petugas, usai menerima informasi dari masyarakat tentang aksi tersangka. AR diamankan Jumat lalu, dengan barang bukti pil dobel L sebanyak 17 ribu butir yang disimpan di dalam toples kecil dan dimasukkan dalam kotak kue. "Penangkapan bermula dari laporan warga. Setelah dipastikan benar, lalu kita amankan," katanya.

Dalam penggeledahan itu, terang Tri Sakti, petugas mendapati catatan diduga merupakan catatan transaksi bisnis barang haram yang digelutinya. Diduga mengelabuhi petugas, nama pelanggan ditulis nama hewan. Kendati demikian, pihaknya akan berupaya mengembangkan kasusnya untuk mengungkap jaringan di atasnya. “Diduga, nama pelanggannya ini disamarkan dengan nama hewan. Tapi tetap kita kejar," jelasnya.

Baca juga: Mayoritas ASN Kerja di Rumah

Selain daftar nama binatang dan pil dobel L, polisi juga menyita barang bukti lain. Di antaranya, satu pipet kaca berisi sisa sabu, satu plastik klip berisi sisa sabu, tiga skop sedotan, dua korek api, satu bong (alat hisab sabu), ATM BCA, dan handphone miliknya. "Ini masih pengembangan. Sedangkan AR tetap akan menjalani hukum yang berlaku," tuturnya

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 197 subsider pasal 196 junto pasal 98 ayat 2 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 60 ke 10 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dengan ancaman maksimal pidana penjara selama dua puluh tahun penjara. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news