alexametrics
Minggu, 19 Sep 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sabet Leher Tetangga Pakai Pisau

Pelaku Diikat Warga Dipagar

14 Juli 2021, 19: 10: 36 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (HENDRA NOVIAS/RATU)

SUMBERGEMPOL, Radar Tulungagung - Aksi CD, 27, tak terkendali pada Senin malam (12/7) kemarin. Usai pesta minum-minuman keras (miras), warga Dusun Dawuhan, Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, itu mencoba menghabisi Nunik Purwanti, 20, dengan pisau dapur. Beruntung warga sekitar segera menolong, meski salah satunya, Nur Aini, 47, harus dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung karena mengalami luka sabetan pisau tepat bagian leher.

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kasubag Humas, Iptu Tri Sakti Saiful Hidayat menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Dawuhan, Desa Podorejo, Kecamaatan Sumbergempol, Senin malam (12/7) kemarin sekitar pukul 20.30. Saat itu, pelaku yang baru pulang dari warung tempat istrinya bekerja di Kecamatan Boyolangu, langsung mengambil pisau dapur dalam kondisi karatan di rumahnya. Tak buang waktu, pelaku bergegas kerumah Nunik Purwanti yang tak jauh dari rumahnya.

“Sesampai di rumah Nunik Purwanti, pelaku langsung merangkul dan menggoreskan pisau dapur ke lehernya,” ucapnya.

Baca juga: Ratusan Koperasi Terancam Bubar

Melihat CD tega melakukan aksi tersebut, Nunik Purwanti pun berteriak meminta tolong dan berupaya melepas diri. Karena pada jam itu banyak warga sekitar belum tidur, Effendi Nurmandiansyah, 25, yang mendengar teriakan Nunik bergegas mendatangi rumah Nunik. Di situ, dengan sigap Effendi mencoba memisahkan. Tapi sial, dia juga ikut terluka karena pisau yang dibawa CD. “Lukanya tidak parah. Hanya sayatan. Baik korban nunik maupun Effendi,” tegasnya.

Karena CD seolah sudah lepas kendali, Effendi  pun berteriak meminta tolong hingga semua tetangga keluar rumah. Termasuk, Nur Aini, 47.  Dia pun langsung mencoba menolong Effendi. Namun tiba-tiba, CD yang masih terpengaruh miras menyerang Nur Aini lebih dulu dengan pisau dapur tepat mengenai lehernya.

“Korban ketiga, Nur Aini yang mencoba menolong Effendi malah mengalami luka parah di leher dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk segera mendapat perawatan,” katanya.

Melihat itu, warga beramai-ramai menangkap CD. Bahkan karena kesal, CD di ikat dipagar. “Setelahnya, oleh warga diserahkan ke polisi untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Disinggung motif penganiayaan itu, Tri Sakti mengatakan masih proses penyelidikan. Kemarin, CD masih belum sepenuhnya pulih dari pengaruh miras. Hanya saja, atas perbuatannya dapat dijerat pasal percobaan pembunuhan yaitu pasal 338 KUH Pidana junto pasal 53 ayat 1 KUH Pidana junto pasal 351 ayat 2 KUH Pidana dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. “Perlu diketahui, pelaku merupakan residivis. Pelaku pernah melakukan hal serupa pada 2011 di Kalimantan,” tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news