alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Upaya Petugas Melakukan Penyekatan

Berjaga 24 Jam, Perekonomian Tetap Dijalankan

Kurangi Kepadatan Arus selama PPKM Darurat

19 Juli 2021, 15: 16: 46 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SATU JALUR: Polisi bersiaga di simpang tiga Taman Brawijaya untuk menghalau pengguna jalan menuju ke Jalan Panglima Sudirman.

SATU JALUR: Polisi bersiaga di simpang tiga Taman Brawijaya untuk menghalau pengguna jalan menuju ke Jalan Panglima Sudirman. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Penurunan mobilitas masyarakat di Bumi Menak Sopal masih minim. Alasan itulah yang melatarbelakangi penyekatan di 11 titik masuk wilayah kota. Dengan demikian, tiap daerah tersebut dipasangi pembatas jalan dan disiagakan petugas untuk berjaga. Tujuannya, agar mobilitas masyarakat berkurang dan Trenggalek bisa menuju setidaknya zona kuning penyebaran Covid-19.

ZAKI JAZAI, Kota, Radar Trenggalek

Mulai Jumat (16/7) pukul 00.00, terlihat beberapa petugas gabungan bersiaga di 11 titik jalan masuk ke wilayah kota. Bukan hanya itu, pada titik tersebut juga dipasang pembatas jalan agar tidak ada kendaraan yang melintas.

Baca juga: Kewalahan, Tambah 50 Relawan

Jadi jika ada pengguna jalan yang akan melintas di simpang tiga Taman Brawijaya, simpang tiga SMPN 5 Trenggalek, simpang tiga Kelurahan Ngantru, simpang tiga Kantor PM, simpang empat Mbah Kuwot, simpang empat Kasmidi, simpang empat Mbah Mungin, simpang empat Tomo, simpang empat arah Telkom, simpang empat Nirwana, juga simpang tiga Gang Slowe, harus bersedia balik arah dan berjalan memutar.

Selain itu, petugas juga menyediakan jalur alternatif bagi pengguna jalan yang ingin menuju luar daerah. Seperti jalur alternatif dari arah Tulungagung yang akan menuju Ponorogo dari Jalan Soekarno-Hatta lurus, sampai di simpang tiga Taman Brawijaya berbelok ke arah kiri sampai simpang tiga Jagalan kemudian belok ke kiri. Sedangkan dari arah Ponorogo menuju Tulungagung dari simpang tiga Jagalan lurus, sampai di simpang tiga kantor PM, ambil kiri sampai di simpang empat Nirwana lurus rute simpang empat Polsek Pogalan.

Itu dilakukan tak lain karena buntut hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves). Alasannya, sesuai hasil analisis Facebook Community, Google Traffic, serta hasil sonar satelit NASA dan NOAA, menunjukkan memang ada penurunan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur (Jatim). Namun penurunan itu masih dirasa kurang, angka penurunan hanya berkisar 10-20 persen saja. Jadi banyak kabupaten/kota di Jawa Timur termasuk zona merah dan hitam mobilitas masyarakatnya. Tentunya hal tersebut menjadi perhatian serius karena wilayah Trenggalek sendiri, termasuk ke klasifikasi zona merah. "Karena itu, kami getol membatasi aktivitas masyarakat," ungkap Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih.

Jadi, penyekatan yang dilakukan tersebut dalam rangka mendukung proses pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk menurunkan tingkat mobilitas masyarakat. Sebab, kegiatan yang dilakukan untuk mendukung hal tersebut mulai dari hulu. Seperti sosialisasi, pemasangan spanduk atau baliho, dan melaksanakan edukasi imbauan, dan terakhir melakukan penyekatan yang juga dijadwalkan berakhir pada Selasa (20/7) mendatang. "Sebenarnya penyekatan sudah kami lakukan di tiga titik perbatasan. Namun, nilai penurunan mobilitas warga di Trenggalek hanya sekitar 18,5 persen kami melakukan kegiatan lebih masif lagi. Seperti penyekatan di jalan dalam kota yang kami lakukan selama 24 jam," ujarnya.

Dari situ, diharapkan penurunan trafik dan mobilitas masyarakat demi mengurangi penularan Covid-19 bisa dilakukan. Jadi Trenggalek bisa dinaikkan status menjadi zona kuning sehingga kegiatan keagamaan seperti yang biasanya dilakukan pada hari raya Idul Adha bisa dilakukan, tentunya tetap dengan mematuhi protokoler kesehatan. Namun bagi masyarakat yang akan melintas tidak perlu takut. Sebab, yang dilakukan merupakan penyekatan, bukan penutupan arus jalan. Jadi masyarakat dengan alasan dan persyaratan tertentu masih bisa melintas.

Dalam hal ini perekonomian masyarakat yang ada di wilayah kota Trenggalek tetap berjalan. Dari situ, selalu ada petugas yang stand by di titik penyekatan. Nantinya mereka akan memeriksa kelengkapan pengguna jalan, apakah masuk dalam sektor esensial atau kritikal. Sebab, persyaratan yang memenuhi dua sektor tersebut yang dipersilahkan untuk melaksanakan mobilitas. Apalagi mulai Rabu lalu (14/7) petugas telah memberi tanda stiker dengan warna merah dan kuning sebagai tanda kendaraan tersebut masuk dua sektor yang diperbolehkan melaksanakan mobilitas. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam sektor tersebut, terus diimbau agar stay at home. Artinya, tetap di rumah bersama menekan laju perkembangan Covid-19. "Dalam tahap uji coba penyekatan yang kami lakukan pada Jumat selama 24 jam kemarin cukup menekan mobilitas warga sehingga penyekatan akan kami lanjutkan hingga PPKM darurat berakhir," jelas AKP Imam. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news