alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ternyata Ini Pemicu Cekcok yang Berujung Tewasnya Perempuan Bertato

21 Juli 2021, 11: 34: 14 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

TALUN, Radar Blitar - Kasus kematian Winda Oktaviani, perempuan bertato yang ditemukan tewas di Sungai Cilek, Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, terus didalami kepolisian.

Terkait pemicu cekcok antara Winda dengan S, jelas Ardyan, adalah soal tarif layanan seks. S yang juga penjaja seks itu dianggap memasang tarif terlalu rendah kepada pelanggan. "Di situ korban protes karena tarif layanan seks S yang dikenanakan terlalu rendah," ungkap Kasatreskrim Polres Blitar AKP Ardyan Yudo.

Menurut Winda, lanjut Ardyan, apabila tarif layanan seks yang dipasang S terlalu rendah, maka keuntungan yang didapat hanya sedikit. Hasil itu akan habis hanya untuk membeli makan dan rokok.

Tarif layanan seks yang dianggap Winda rendah itu sebesar Rp 250 ribu sekali main. Saat itu korban marah lalu menyendiri di pinggir sungai tak jauh dari lokasi pesta miras di sebuah warung. "Korban ini ngambek," katanya.

Berdasarkan keterangan dari pacar korban, Rz, dia sempat membujuk Winda untuk kembali naik, tapi Winda menolak. Winda malah meminta Rz memanggil S untuk menyelesaikan masalah tarif layanan tersebut. "Baru setelah kembali membawa S, korban sudah tidak ada. Tinggal sandalnya saja," bebernya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news