alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek
Stok Obat Makin Menipis

Pasien Membeludak, Bisa Jadi Puskesmas Raksasa

IGD RSUD Masuki Fase Kritis

21 Juli 2021, 13: 23: 09 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERTA MBAH: Selasar IGD RSUD dr Soedomo masih digunakan untuk merawat pasien yang terus berdatangan hingga kemarin. Hal ini dipicu kapasitas tempat tidur yang tak imbang dengan jumlah pasien.

BERTA MBAH: Selasar IGD RSUD dr Soedomo masih digunakan untuk merawat pasien yang terus berdatangan hingga kemarin. Hal ini dipicu kapasitas tempat tidur yang tak imbang dengan jumlah pasien. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

KOTA, Radar Trenggalek – Manajemen dan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr Soedomo Trenggalek harus memutar otak terkait kondisi membeludaknya pasien saat ini. Pasalnya, dengan membeludaknya pasien tersebut, kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) untuk merawat pasien juga bertambah. Salah satunya obat-obatan.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek kemarin (20/7), kondisi instalasi gawat darurat (IGD) RSUD tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebab, tercatat ada sekitar 30 pasien yang masih mendapatkan perawatan di IGD. Dari jumlah itu, beberapa di antaranya ada yang masih menjalani perawatan intensif. Juga ada yang menunggu ruangan kamar inap kosong untuk segera dipindahkan. “Seharusnya pasien yang datang ke sini ada pemilahan. Jadi yang dalam kondisi ringan hingga sedang jangan langsung ke RS. Sebab jika terjadi seperti kini, RS akan menjadi puskesmas raksasa,” ungkap Direktur RSUD dr Soedomo, Sunarto.

Dia melanjutkan, dengan membeludaknya pasien tersebut, diperlukan obat-obatan yang banyak untuk menangani penyakitnya. Namun sayang, kondisi obat-obatan yang ada kini tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Sebab, ketersediaannya terbatas. Sebenarnya mengetahui itu, RSUD telah jauh-jauh hari memesan obat-obatan ke produsen. Namun kondisi yang hampir sama juga dialami oleh RS di lokasi lainnya. Stok obat-obatan tersebut terbatas. “Ini seperti obat-obatan antivirus. Sebab sebenarnya kami telah memesan dengan jumlah ribuan dosis. Namun yang datang hanya ratusan dosis. Jadi jika digunakan untuk sekitar 10 pasien saja, sudah habis,” katanya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news