alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Mobilitas Warga Turun 25 Persen

Hasil Penyekatan Seminggu

21 Juli 2021, 13: 26: 20 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PELAN-PELAN: Polisi melakukan penyekatan di area perbatasan Trenggalek-Ponorogo.

PELAN-PELAN: Polisi melakukan penyekatan di area perbatasan Trenggalek-Ponorogo. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dengan berbagai penyekatan di area perbatasan dan seputar perkotaan yang berakhir kemarin (20/7), tidak sia-sia diterapkan. Pasalnya, proses kegiatan yang juga dilakukan dengan penyekatan di area perbatasan dan jalan seputaran kota tersebut mampu mengurangi mobilitas masyarakat.

Terlihat berdasarkan evaluasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), berdasarkan hasil analisis Facebook Community, Google Traffic serta sonar satelit NASA dan NOAA, menunjukkan memang ada penurunan mobilitas masyarakat. Itu dari sebelumnya ketika PPKM darurat diberlakukan. Dari situ, angka penurunan di Trenggalek sebelumnya hanya sekitar 18,5 persen. Setelah diberlakukan penyekatan satu minggu ini, penurunannya menjadi sekitar 25 persen. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat akibat imbauan yang dilakukan petugas sudah tinggi. ”Dari situ, wilayah Trenggalek kini telah masuk zona kuning mobilitas warga, setelah sebelumnya zona merah,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera.

Dia melanjutkan, penurunan mobilitas tersebut, selain didorong oleh penyekatan yang dilakukan di beberapa titik, juga sosialisasi yang dilakukan petugas. Jadi semenjak diberlakukan penyekatan, khususnya di 11 titik wilayah kota Trenggalek pada Jumat lalu (16/7), setiap harinya kendaraan yang melintas terus mengalami penurunan. Hal itu berdasarkan pantauan dari petugas yang berjaga di titik penyekatan. “Karena itu, ke depan kami akan mempertahankan kondisi seperti ini,” katanya.

Baca juga: Pasien Membeludak, Bisa Jadi Puskesmas Raksasa

Koordinasi lintas sektor antara polisi dengan TNI, pemkab, dan pihak lainnya akan terus diberlakukan ke depan. Hal ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Trenggalek. Sedangkan untuk perpanjangan penyekatan yang dilakukan, pihaknya belum bisa menjelaskan.  Sebab, penyekatan akan diperpanjang jika ada kebijakan lanjutan terkait perpanjangan PPKM darurat yang ada kini. “Sementara hari ini (kemarin, Red) penyekatan berakhir. Tapi jika ada kebijakan lain terkait PPKM kembali, akan kami lakukan lagi,” jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news