alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Hanya Maklum

Cerita Keluarga Pasien IGD yang Dirawat di Selasar IGD RSUD dr Soedomo

Berharap Tetap Diberikan Kesembuhan

21 Juli 2021, 13: 28: 21 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TULUS: Seorang wanita menunggui anggota keluarganya yang dirawat di selasar IGD kemarin.

TULUS: Seorang wanita menunggui anggota keluarganya yang dirawat di selasar IGD kemarin. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Keluarga pasien yang tak dapat tempat di instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Trenggalek hanya bisa pasrah menerima keadaan. Khususnya ketika anggota keluarganya terpaksa dirawat di selasar lobi karena ruang perawatan sudah penuh. Keluarga berharap pasien tetap terlayani dengan baik dan cepat sembuh.

 

HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Kota, Radar Trenggalek

Baca juga: Mobilitas Warga Turun 25 Persen

PUKUL 16.00 WIB kemarin (19/7) penanganan pasien IGD memprihatinkan. Sekitar 10 pasien terpaksa dirawat di selasar lobi IGD. Hal itu menunjukkan pasien IGD begitu membeludak. Jadi kapasitas IGD tak lagi mampu menampung jumlah pasien baru.

Para pasien yang dirawat di luar IGD itu mayoritas memakai masker khusus untuk menambah asupan oksigen. Mereka terbaring lemas, sesekali batuk-batuk kecil. Salah satu keluarga pasien bernama Narnila mengaku jika suaminya mengeluh pernapasannya tidak normal.

Untuk gejala, lanjut dia, awalnya badan suaminya panas, disertai batuk dan pilek. Dua hari kemudian lambungnya sakit dan ada sesaknya juga. Bermula dari itu, Narnila pun berinisiatif mengantarkan suaminya ke IGD. "Lambungnya itu sakit (keluh suami Narnila, Red)," ungkap warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek itu.

Narnila mengatakan, mengantar Ispatoni (suaminya, Red), sekitar pukul 13.00 WIB pada Senin (19/7). Kali pertama datang, dia mengaku melihat banyak pasien yang dirawat di luar IGD. Dia pun mengira jika ruangan IGD sudah penuh. Jadi para pasien terpaksa dirawat di luar. Narnila tak menganggap kondisi itu begitu penting. Karena dalam batinnya, cuma menginginkan agar suaminya segera dapat penanganan medis.

Sejak awal datang, Narnila menilai pelayanan dari IGD sudah naik. Mereka memberikan pelayanan prima kendati para pasien terpaksa dirawat di luar. Ibu berjilbab itu mengaku, bukan menjadi masalah jika suaminya harus dirawat di luar. Sebab, yang ada dalam benaknya hanya berharap agar suaminya bisa cepat sembuh. "Alhamdulillah tadi pelayanannya bagus," ujarnya.

Berada tepat di samping suaminya yang sedang terbaring lemas, Narnila mengaku belum tahu sampai kapan suaminya akan dirawat. Dia diminta menunggu kondisi suaminya berangsur pulih. Sebagai orang awam, Narnila pun mengikuti semua instruksinya. Apakah ditarik biaya perawatan, Narnila mengatakan,  sampai kini tidak ditarik biaya sepeser pun. "Hasil swab PCR-nya juga belum keluar," ucapnya.

Narnila menyadari bahwa overload pasien di IGD akibat jumlah pasien baru begitu banyak. Dia hanya berharap agar situasi dan kondisi pandemi Covid-19 cepat berangsur membaik. "Pertama, saya berharap agar diberikan kesembuhan untuk suami dan pandemi segera berakhir," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Siswoyo, warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek ini pun mulanya terkejut melihat banyak pasien yang dirawat di luar IGD. Bernasib sama dengan yang lain, salah satu anggota keluarganya juga terpaksa dirawat di luar. "Baru datang sudah melihat para pasien dirawat di luar," ungkapnya.

Mengetahui kondisi IGD yang penuh, dia tak bisa berharap banyak. Pihaknya pasrah dengan kondisi yang ada apabila memang ruang perawatan sudah penuh. "Saya pasrah saja. Yang terpenting istri saya sudah mendapatkan perawatan," ujarnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news