alexametrics
Minggu, 19 Sep 2021
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Berikut Data Jumlah Tempat Tidur Hingga 19 Juli 2021

21 Juli 2021, 13: 31: 22 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TERUS MENINGKAT : Seorang nakes sedang menyiapkan tempat tidur di ruangan isolasi intensif RSUD dr Iskak Tulungagung.

TERUS MENINGKAT : Seorang nakes sedang menyiapkan tempat tidur di ruangan isolasi intensif RSUD dr Iskak Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Angka kasus yang terus mengalami peningkatan dari hari ke hari turut berimbas pada keterisian tempat tidur (TT) atau bed occupancy rate (BOR). Bahkan dari 19 Rumah sakit darurat covid-19 (RSDC) yang telah disiapkan oleh Pemkab Tulungagung, lima diantaranya telah penuh.

Sementara dari data yang berhasil dihimpun Koran ini, hingga 19 Juli 2021, jumlah TT yang disiapkan mencapai 803 bed. Jumlah ini tersebar di 2 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 19 RSDC. Dari 803 bed, telah terisi sekitar 621 bed, sehingga hanya tersisa 182 bed saja. Sementara dari 19 RSDC yang disiapkan oleh Pemkab, lima di antaranya telah terisi penuh. Antara lain RSDC Gondang, Campurdarat, Kalidawir, Beji dan Ngantru. Sementara RSDC lain yang juga hampir penuh adalah RSDC Ngunut, Bangunjaya, Pagerwojo, Kauman, dan Tanggunggunung. Sementara untuk RS rujukan Covid-19, memiliki 344 bed dan telah terisi 317 bed.

Meskipun tengah mempersiapkan diri untuk penambahan TT, Kasil mengimbau, kepada masyarakat Tulungagung untuk tetap mengedepankan protokol Kesehatan (prokes). Caranya dengan tetap menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta mengurangi mobilitas di luar rumah.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan semakin tingginya BOR di Kabupaten Tulungagung, pihaknya akan kembali mengaktifkan karantina di kecamatan dan desa-desa melalui Kampung Tangguh. Nantinya pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) hingga bergejala ringan dapat menjalani karantina di tempat karantina yang telah disiapkan oleh masing-masing desa maupun kecamatan. “Kami maksimalkan dulu fasilitas kesehatan (faskes) yang ada. Kalau masih kurang akan mengaktifkan Kampung Tangguh kembali,” tandasnya. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news