alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Politik
icon featured
Politik

Bupati Kumpulkan Partai Pengusung

21 Juli 2021, 13: 34: 10 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

KOTA, Radar Tulungagung – Bupati Maryoto Birowo tancap gas usai rekomendasi (rekom) calon wakil bupati (cawabup) dari Partai NasDem memunculkan nama Panhis Yody Irawan dan PDI Perjuangan mengusung Gatut Sunu Wibowo.

Dia mengundang dua partai pendungkungnya tersebut pada Pilkada 2018 ke pendapa Kongas Arum  Kusumaning Bongso. “Rapat ini merupakan tindak lanjut daripada proses pengisian jabatan wabup. Sebab masing-masing partai pengusung Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (SahTo) telah menunjuk calon wabup,” ungkap Bupati Tulungagung Maryoto Birowo.

Dia mengaku, sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melakukan proses administrasi kelengkapan untuk selanjutnya dikirimkan pada DPRD. Nantinya, para anggota dewan akan segera melakukan sidang paripurna untuk pemilihan wabup. “Kami akan segera menyelesaikan proses administrasinya untuk segera ditindaklanjuti ke DPRD untuk dilakukan sidang paripurna pemilihan wabup,” terangnya.

Baca juga: Sisakan Lima Bus AKAP

Disinggung mengenai seberapa penting peran seorang wabup dalam roda pemerintahan, orang nomor satu di lingkup Pemkab Tulungagung ini mengaku sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di situ ditegaskan bahwa jabatan pada lingkup pemerintah kabupaten terdapat dua kekuasaan. Yakni bupati dan wakil bupati. “Artinya secara struktur administrasi kursi wakil bupati cukup strategis dalam membantu menjalankan roda pemerintahan,” urainya.

Dia menjelaskan, pihaknya kini hanya melakukan proses pengisian jabatan sesuai dengan alur yang ada. Termasuk apapun hasil dari sidang paripurna nantinya. Sebab kedua nama yang disulkan untuk menjadi wabup ini memiliki keunggulan masing-masing. “Saya rasa keduanya ini sama-sama baik, para putra daerah yang memiliki dedikasi tinggi. Kita ikuti saja nanti alurnya seperti apa,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perebutan kursi wabup mulai memanas setelah partai NasDem yang merupakan salah satu partai pengusung SahTo pada 2018 silam merekomendasikan Panhis Yody Wirawan sebagai cawabup. Notaris tersebut akan bersanding ketat dengan Gatot Sunu Wibowo yang telah terlebih dahulu direkomendasikan oleh partai PDI Perjuangan. Nantinya kedua nama ini akan bersaing untuk memperebutkan suara mayoritas anggota DPRD Tulungagung, untuk selanjutnya dapat mendampingi Bupati Maryoto Birowo di sisa jabatan 2018-2023 ini.

Di tempat lain, pengamat kebijakan publik Anang Sugeng Cahyono menegaskan, dengan adanya dua nama cawabup dari dua partai pengusung tersebut, tentu akan memuculkan kloni-kloni dengan kepentingan yang sama. Termasuk bupati maupun DPRD.

Di mana, lanjut dia, bupati dipastikan memiliki sosok yang diunggulkan. Karena merupakan patner dalam bekerja. Artinya  harus seirama dengan  ritme kerja dalam roda pemerintahan sekarang ini.

Meski begitu, masih ada kekuatan partai di DPRD.  Apalagi saat pemilihan cawabup nanti menggunakan pemungutan suara tertutup. “Jadi bagaimana pun bupati harus berkomunikasi dengan pihak DPRD. Karena bisa saja NasDem meski memiliki suara kecil di DPRD,  jika ada kelompok yang punya kepentingan sama dan sepakat, akan mengalahkan partai yang dominan (PDI Perjuangan), kan masih ada partai-partai lain,” pungkasnya. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news