alexametrics
Sabtu, 24 Jul 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bisnis Lobster Ilegal Dituntut Satu Tahun

21 Juli 2021, 13: 34: 54 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

KOTA, Radar Tulungagung – Sidang kasus jual beli lobster ilegal digelar Senin kemarin (19/7). Dua terdakwa yaitu Winarto, 33, dan Ryan Aldo, 24, yang keduanya merupakan warga Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mengikuti sidang dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Persidangan dilaksanakan secara virtual.

Dalam sidang tersebut JPU Zainal Abidin Salampessy menuntut Winarto dan Ryan dengan masing-masing satu tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 juta subsider 2 bulan penjara. “Kedua terdakwa melanggar Undang-Undang (UU) nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan junto pasal 55 ayat 1 KUHP,” ujarnya.

Setelah pembacaan tuntutan, hakim ketua Florenrence Katerina menanyakan kepada kedua terdakwa perihal permohonan secara lisan atau tulisan. Winarto yang menjawab bila dia memohon hukumannya diringankan karena di rumah sebagai tulang punggung keluarga. Ryan yang berada di sisihnya juga merespon sama yang ingin hukumannya diringankan.

Baca juga: Ini Penyebab Turunnya Jumlah Penumpang dan Bus Di Terminal Gayatri

Terlihat dari wajah Winarto dan Ryan yang berada di Lapas Kelas IIB Tulungagung sangat menyesali perbuatannya. Bahkan ketika menjawab pertanyaan hakim sangat berhati-hati dan mereka mengaku tidak akan melakukan perbuatannya kembali.

“ Kami akan pertimbangan alasan kedua terdakwa. Sidang ditunda dan dilanjutkan Kamis dengan agenda putusan,” kata Florence.

Untuk diketahui, Winarto dan Ryan Aldo terjerat kasus jual beli lobster illegal yang terjadi pada 15 Juni tahun 2020 lalu. Sebanyak 30.500 ekor lobster. Untung saja aksi itu berhasil digagalkan oleh petugas kepolisian dari Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jatim. Kedua terdakwa tidak mengantongi surat izin dan lobster yang dimiliki merupakan hewan dilindungi.

Winarto dan Ryan Aldo memiliki peran yang berbeda. Winarto sebagai pengepul hasil lobster dari para nelayan yang berada di Tulungagung. Sedangkan Ryan Aldo bertugas untuk menjual hasil lobster itu ke Jakarta. Belum sampai terjual aksi mereka terendus oleh kepolisian hingga akhirnya dilakukan pengejaran dan berhasil ditangkap. (*)

(rt/did/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news