alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

Lewat Hiphop, Puji Ari Sasmiko Kritisi Kebijakan Pemerintah

Dua Hari Ciptakan Lagu, Pakai Lirik Santun

21 Juli 2021, 13: 37: 19 WIB | editor : Alwik Ruslianto

LUAR BIASA : Puji Ari Sasmiko sedang tampil di salah satu acara sosial, sebelum pandemi Covid-19.

LUAR BIASA : Puji Ari Sasmiko sedang tampil di salah satu acara sosial, sebelum pandemi Covid-19. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

Salah satu raper Tulungagung, Puji Ari Sasmiko, memiliki cara tersendiri mengungkapkan aspirasi terhadap pemberlakuan kebijakan yang diterapkan di tengah pandemi Covid-19. Melalui lagu ciptaanya yang berjudul Bayang Corona, dia ingin menyampaikan kondisi masyarakat lapisan bawah yang terdampak atas kebijakan yang diberlakukan pemerintah.

MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN,  Kota, Radar Tulungagung.

Murah senyum dan humoris, seperti itulah kesan pertama ketika bertemu dengan Puji Ari Sasmiko, seorang raper asal Tulungagung yang sempat membuat lagu viral bersama grup musiknya yakni Baruklinting hiphop dengan judul Tulungagung Ayem Tentrem beberapa tahun lalu. Kini di tengah pemberlakuan PPKM darurat di Tulungagung, dia menciptakan lagu berjudul Bayang Corona, sebagai aspirasinya melihat fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Sejak di publikasikan di kanal YouTube pribadinya, dalam kurun waktu tiga hari saja viewer-nya sudah mencapai ratusan. Bahkan tak sedikit orang yang berkomentar positif mengenai karyanya.

Baca juga: Temukan Oksigen Diduga Palsu

Miko-sapaan akrabnya-mengungkapkan bahwa tujuan dari lagu Bayang Corona ini adalah untuk mengungkapkan aspirasi atau bentuk respon atas diberlakukanya peraturan-peraturan pemerintah di tengah pandemi Covid-19 yang dirasa kurang tepat. Di sisi lain, pihaknya melihat sampai kini minim sekali aspirasi masyarakat yang didengar oleh pemerintah, maka dari itu dia menciptakan lagu tersebut. “Ketika masyarakat mencoba melakukan mediasi dengan pemerintah, tetapi belum menemukan hasil yang bisa memberikan kesejahteraan masyarakat, maka melalui jalur musik saya berharap pemerintah bisa tau apa yang terjadi sekarang pada masyarakat di lapisan bawah,” ungkapnya.

Pria asal Kecamatan Kalidawir itu menambahkan, dalam isi lagu tersebut, dia memberikan gambaran atau fenomena-fenomena yang terjadi selama pemberlakuan PPKM darurat. Seperti banyak pelaku usaha kecil di masyarakat, justru mengalami penurunan omzet, sedangkan kebutuhan hidup semakin bertambah. Selain itu, kesenjangan sosial justru semakin dalam, serta beberapa edukasi yang kurang tepat kepada masyarakat mengenai Covid-19. “Jangan takut-takuti masyarakat dengan sosialisasi yang kurang mendidik. Karena pasti berujung pada kepanikan masyarakat, dan masyarakat akan sulit untuk bangkit dari kondisi sekarang,” ujarnya.

Proses pembuatan lagu Bayang Corona ini, relatif sangat singkat. Setidaknya dia hanya membutuhkan waktu dua hari saja untuk merampungkan lagu tersebut. Meskipun dalam pembuatan lagu Bayang Corona, dia menemui beberapa kendala, salah satunya dalam memebuat lirik yang tepat. “Karena dalam membuat lirik saya itu harus melakukan research terlebih dahulu. Ketika lagu tersebut mengkritisi kebijakan pemerintah, setidaknya itu bisa terkesan santun, meskipun itu sebuah kritik untuk pemerintah,” terangnya.

Pria yang tergabung dalam komunitas hiphop Dwarappala itu berpesan bahwa, melalui lagu tersebut bukan bermaksud tidak mempercayai adanya Covid-19. Dia mempercayai bahwa Covid-19 itu ada dan sangat berbahaya. Namun, saat ini yang lebih berbahaya itu adalah kebijakan pemerintah yang seakan menyampingkan nasib masyarakat di lapisan bawah. “Semoga melalui lagi ini, pemerintah bisa melihat persoalan yang terjadi saat ini. Dan bisa membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat,” harapnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news