alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Tenaga medis RSUD dr Soedomo Trenggalek menata tabung oksigen.

Kebutuhan Oksigen Meningkat

22 Juli 2021, 15: 02: 42 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MASIH AMAN: Tenaga medis RSUD dr Soedomo Trenggalek menata tabung oksigen.

MASIH AMAN: Tenaga medis RSUD dr Soedomo Trenggalek menata tabung oksigen. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - RSUD dr Soedomo harus terus menjaga stok oksigen bagi pasiennya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kelangkaan oksigen di daerahnya, mengingat kini pasien terkonfirmasi positif di Trenggalek terus bertambah.

Benar saja, berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, terbaru total ada 5.423 pasien, dengan 76 pasien baru dari sebelumnya. Dari situ, 566 pasien masih menjalani perawatan. 181 pasien diantaranya menjalani isolasi mandiri (isoman). Jadi ada 323 pasien dengan kondisi ringan hingga berat yang memerlukan perawatan dan 62 pasien dilakukan karantina. "Kami menyadari hal tersebut. Makanya kebutuhan oksigen di sini meningkat," ungkap Direktur RSUD dr Soedomo, dr Sunarto.

Dia melanjutkan, dari situ dipastikan kebutuhan oksigen yang ada di RSUD mengalami peningkatan. Biasanya setiap hari kebutuhan oksigen di rumah sakit hanya sekitar 600-700 ribu liter. Jumlah tersebut meningkat sekitar 200 ribu liter setiap hari menjadi sekitar 900 ribu liter pada awal RSUD menangani pasien Covid-19. Namun dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 yang dirawat, kini kebutuhan oksigen menjadi 1,6 juta liter setiap hari. "Dulu kami menerima pasokan oksigen sekitar tiga sampai lima hari sekali. Namun dengan kebutuhan terus meningkat itu, setidaknya dua hari sekali harus dapat pasokan," katanya.

Baca juga: Wajib Bersinergi dengan Pemangku Kebijakan

Untuk itu, kini RSUD terus berupaya agar stok oksigen terus tercukupi kendati permintaan banyak. Itu dilakukan dengan terus menjalin komitmen bersama vendor penyuplai oksigen. Jika barang ada, langsung dikirim karena hal serupa juga terjadi di rumah sakit daerah lain. Selain itu, kini manajemen RS juga mencoba mengubah bumper stock oksigen. Dari sebelumnya kurang dari 700 ribu liter, diubah menjadi 1,5 juta liter. Bila tersisa dan ada ruang sisa bisa diisi kembali. "Syukurlah dengan cara itu, kondisi oksigen kini masih aman. Sebab, kami tidak pernah merasa pasokan oksigen berkurang kendati kebutuhannya meningkat," jelas pria yang akrab disapa dr Narto ini. (jaz/ed/rka)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news