alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung
Terapkan PPKM Level 4

Pengendalian Kasus Belum Maksimal

Optimalkan Penanganan Tingkat Desa 

22 Juli 2021, 15: 06: 15 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Pengendalian Kasus Belum Maksimal

KOTA, Radar Tulungagung – Rem pengendalian kasus Covid-19 nampaknya belum dapat maksimal. Buktinya hingga kini Kabupaten Tulungagung masih berstatus zona merah. Itu membuat pemerintah mengambil langkah tegas dengan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Itu didasarkan pada beberapa indikator yang ditentukan dan dievaluasi langsung oleh pemerintah pusat.

Ditemui usai mengikuti video conference (vidcon) terkait implementasi PPKM Jawa-Bali bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (menko marves), Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, pada implemantasi PPKM level 4 ini pihaknya akan melakukan optimalisasi penanganan Covid-19 pada tingkat kelurahan dan desa. “Menindaklanjuti dari Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM, kami akan melakukan optimalisasi pada tingkat kelurahan dan desa agar penanganan Covid-19 lebih intensif,” jelasnya.

Maryoto melanjutkan, pada penerapan PPKM level 4 ini nanti, pihaknya berfokus pada testing, tracing, and treatment (3T) dalam memutus rantai penularan Covid-19. Sementara untuk pencegahan penularan akan mengoptimalisasi penerapan protokol kesehatan (prokes) melalui 5M. Yakni mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobiliasi, dan menjauhi kerumunan. “Prokes itu tetap yang utama. Nanti kami akan mengutamakan 3T untuk memutus rantai penularan,” terangnya.

Baca juga: Wajib Naikkan Belanja Modal

Lebih detail, orang nomor satu di lingkup jajaran Pemkab Tulungagung ini merinci, sesuai dengan surat keputusan (SK) Bupati Nomor 188.45/285/013/2021 tentang PPKM level 4 Covid-19 di Kabupaten Tulungagung untuk seluruh pembelajaran baik di sekolah maupun perguruan tinggi harus dilakukan secara daring 100 persen. Sementara pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial menerapkan work from home (WFH) 100 persen. Nantinya penerapan PPKM level 4 ini akan dilakukan evaluasi pada 25 Juli mendatang sembari terus melakukan pemantauan terhadap situasi di lapangan.

Tak hanya itu, Maryoto pun meminta seluruh pihak untuk sama-sama fokus dalam penertiban bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak. Baik berupa keluarga penerima manfaat (KPM), program keluarga harapan (PKH), maupun BPNT. “Program-program bansos ini harus tepat sasaran semua,” tandasnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmad mengatakan, penerapan PPKM level 4 ini menjadi catatan penting bagi masyarakat untuk mengurangi mobilisasi. Sebab lonjakan kasus dan angka kematian Covid-19 di Kabupaten Tulungagung selama sepekan terakhir ini diduga berasal dari klaster keluarga. Di mana klaster keluarga ini berasal dari anggota keluarga yang produktif dan sering bepergian keluar rumah kemudian terpapar Covid-19 dan menulari para anggota keluarga lain. “Yang produktif ini yang terpapar dulu, kemudian menulari yang di rumah. Sementara di rumah ada kaum rentan seperti lansia yang berisiko pada kematian,” jelasnya.

Sesuai arahan dari pemerintah pusat, Kasil mengaku, kini pihaknya sedang gencar melakukan tracing dan testing sebanyak mungkin. Ini untuk lebih cepat memutus rantai penularan. Sekarang satu orang positif maka 15 orang yang kontak erat dengannya harus di tracing. ”Kami ingin ketika menemukan orang yang positif untuk langsung di isolasi, agar tidak menulari yang lain. Sehingga bisa menurunkan positif rate berikutnya,” tandasnya. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news