alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Vitamin yang memiliki izin BPOM dan tersimpan di gudang farmasi dinkes

Waspada Peredaran Vitamin Palsu

22 Juli 2021, 15: 18: 02 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TELITI: Vitamin yang memiliki izin BPOM dan tersimpan di gudang farmasi dinkes.  

TELITI: Vitamin yang memiliki izin BPOM dan tersimpan di gudang farmasi dinkes.   (ZULFIKARY MAULUDIN HIDAYAT/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung– Penjualan vitamin palsu mulai marak di situs online. Tingginya permintaan masyarakat terhadap vitamin untuk menjaga imun tubuh, dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk meraup untung.

Kasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Masduki mengimbau masyarakat agar lebih selektif. Termasuk saat membeli obat-obatan dan vitamin yang dijual bebas di toko-toko online. “Pembeli bisa memeriksa kode barkot yang tertera pada kemasan,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (19/7). 

Masduki mengatakan, sebelum membeli vitamin maupun obat yang ada di toko online, masyarakat diimbau lebih teliti. Perhatikan beberapa hal. Di antaranya profil toko, testimoni pembeli, dan scan QR Code di luar kemasan. “Nanti akan terlihat data-data produknya terkait izin BPOM dan label halalnya. Lalu dilihat juga tanggal kedaluwarsa,” katanya.

Baca juga: Bakal Bangun Bendungan Di Sendang

Dia menambahkan, untuk menjamin keamanan dan mutu keaslian produk, masyarakat diminta membeli di toko yang sudah terpercaya. Termasuk dalam hal perizinannya. Sehingga kasus-kasus penjualan vitamin palsu dapat dihindari.

“Untuk sekarang di Tulungagung belum ada kasus, tapi jika ada temuan langsung kami tangani. Karena sanksi pidananya berat sekali,” tandasnya. 

Pria berkumis itu berharap, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang tidak memicu adanya pelanggaran hukum. Termasuk  terkait penjualan obat-obatan yang tidak memiliki izin edar dan berkaitan keaslian produk. Sebab, jika hal tersebut terjadi akan dipidanai pasal 196, pasal 197, serta pasal 198 KUHP Undang-Undang No. 36 Tahun 2009. Yakni tentang pemalsuan obat dan mengedarkannya tanpa izin edar. Itu diancam hukuman kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. (*)

(rt/whe/alwk/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news