alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Pemkab Akan Lebih Berhati-hati untuk Mengambil Kebijakan

23 Juli 2021, 11: 50: 11 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Pemkab Akan Lebih Berhati-hati untuk Mengambil Kebijakan

KOTA, Radar Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tetap mempertimbangkam dua sektor, yaitu pandemi dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Khususnya saat Kabupaten Trenggalek masuk kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat level 3. Karena itu, bupati mengimbau pemerintah desa agar tidak kendor dalam melaksanakan PPKM darurat.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, pemdes diibaratkan seperti hulu. Apabila pada tingkat hulu terjadi lonjakan kasus, tentu akan berdampak hingga ke hilir. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Trenggalek terbentur keterbatasan kapasitas fasilitas kesehatan (faskes) sehingga tak dapat menampung semua pasien Covid-19 baru. Di sisi lain, pemkab membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan untuk persiapan operasional rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC). Maka, ketika pemkab dapat menahan laju atau peningkatan kasus pada tingkat hulu, lonjakan kasus baru itu tentu dapat ditekan. "Yang jelas, saya tadi koordinasi dengan seluruh desa agar jangan sampai mengendurkan seluruh aktivitas yang sudah kita lakukan selama seminggu terakhir ini," tegasnya.

Ayah tiga putra ini mengakui, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 22 Tahun 2021, Kabupaten Trenggalek masuk kategori level 3 PPKM darurat. Menurutnya, penerapan kebijakan pada tingkatan itu masih diperlukan relaksasi. Misal, penerapan jam malam hingga kebijakan makan di tempat. Untuk itu, pemkab akan lebih berhati-hati untuk mengambil kebijakan sampai kondisi penambahan kasus pada 25 Juli 2021 nanti. "Meskipun di daerah yang level 3, kita harus berhati-hati dalam menerapkan itu," ucapnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news