alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung
Mayat Mengapung

Petugas Hanya Temukan Identitas Berupa Piagam PSHT di Dalam Tas

23 Juli 2021, 13: 38: 47 WIB | editor : Alwik Ruslianto

GEGER: Polisi ketika mengevakuasi mayat menga pung di Sungai Ngrowo, kemarin (22/7).     

GEGER: Polisi ketika mengevakuasi mayat menga pung di Sungai Ngrowo, kemarin (22/7).      (FAJAR RAHMAD ALI WARDANA/RATU)

Petugas Hanya Temukan Identitas Berupa Piagam PSHT di Dalam Tas

 

KOTA, Radar Tulungagung – Warga Kelurahan Kedungsoko Kecamatan/Kota Tulungagung digegerkan dengan penemuan mayat yang mengapung di Sungai Ngrowo yang terjadi kemarin siang (22/7) pukul 12.00 WIB. Namun mayat berjenis kelamin laki-laki ini masih belum diketahui identitasnya.

Baca juga: Jurusan AKAP Diawasi Ketat di Terminal Gayatri

Menurut Kasubag Humas Polres Tulungagung IPTU Tris Sakti Saiful Hidayat, kejadian berawal dari seorang yang mencari cacing di sungai memberitahu Komarudin, 52, salah satu warga Kedungsoko yang sedang menikmati kopi di warung dekat sungai. Mengetahui hal tersebut Komarudin langsung menghubungi ketua RT setempat dan melaporkan ke Polsek Tulungagung Kota untuk dilakukan evakuasi.

Petugas kepolisian sempat kesulitan dalam proses evakuasi ke darat karena keadaan air sungai yang surut. Petugas harus meminjam perahu milik warga untuk mendekati mayat yang berada di tengah sungai.

“ Tidak ada identitas yang melekat namun petugas kepolisian menemukan tas kecil yang berada di tepi sungai yang diduga milik mayat laki-laki berjenggot ini dan dari parawakannya dimungkinkan berumur 25 tahun,” kata Tri Sakti yang dihubungi lewat telepon.

Pada sebuah tas itu di dalamnya terdapat piagam yang dikeluarkan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang bertuliskan nama Samsul Bahri, kelahiran 1996, warga Kedungsoko.

Dia  menjelaskan, bila pihak Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung masih mendalami identitas yang tertulis dalam piagam PSHT itu dengan mengumpulkan keluarga yang bersangkutan dan perangkat desa. Selain itu kondisi jenazah yang masih utuh membantu alat deteksi sidik jari bisa lebih akurat. Sehingga proses identifikasi mayat dapat dengan cepat diketahui.

Ketika dilakukan visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sehingga mayat tersebut tidak dipastikan korban pembunuhan. Namun kepolisian masih berusaha mencari penyebab mayat tersebut mengapung di Sungai Ngrowo.

“Kami akan kabari segera bila identitas dan penyebabnya sudah diketahui. Semoga saja prosesnya dapat dilakukan dengan cepat,”  pungkasnya. (*)

(rt/did/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news