alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Percepat Penyaluran Bansos

23 Juli 2021, 14: 52: 14 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengikuti kebijakan perpanjangan PPKM darurat Jawa-Bali hingga 25 Juli. Istilah "darurat" kini diganti menjadi level.

Kota Blitar kini masuk pada level 4. Artinya, pengetatan pembatasan kegiatan tetap diberlakukan. Penindakan tegas bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) juga tetap diterapkan.

Wali Kota Blitar Santoso menjelaskan, perpanjangan berlangsung selama lima hari. Apabila dalam perpanjangan dan dievaluasi terjadi penurunan kasus konfirmasi Covid-19, maka penerapan PPKM akan diperlonggar. "Selama PPKM darurat berlangsung, Kota Blitar terjadi penurunan kasus yang drastis," katanya kemarin (22/7).

Baca juga: Lagi, Siswa Harus Belajar Daring

Selama lima hari itu (perpanjangan PPKM, Red) pemkot beserta jajaran terkait mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak pandemi Covid-19. Pemerintah daerah dibantu kepolisian dan TNI akan mendistribusikan bansos. "Kami dari daerah juga sudah mempercepat penyaluran bantuan. Yakni dalam bentuk rastrada. Tahap dua penyaluran ini kami ajukan penyalurannya pada Juli ini," ujarnya.

Ada 9.800 sasaran penerima rastrada. Setiap bulan mendapat jatah 10 kilogram (kg). Disalurkan setiap empat bulan sekali sebanyak 40 kg.

Kemudian, lanjut Santoso, masih ada bansos dalam bentuk lainnya. Baik itu dari pemerintah provinsi (pemprov) maupun dari Kementerian Sosial. "Di antaranya ada BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BST, hingga bantuan PKH. Tentu sasaran tersebut di luar rastrada. Jadi semua sudah disisir," jelasnya.

Di tambah lagi, bantuan sembako digelontorkan Polri dan TNI. Ada juga yang berupa bantuan obat-obatan dan vitamin.

Bantuan sembako dari TNI dan kepolisian itu mulai disalurkan. Sasarannya adalah warga terdampak yang selama ini belum sama ter-cover bansos dari pemda, pemprov, maupun pemerintah pusat. "Jadi bantuan dari TNI dan kepolisian untuk mereka yang belum sama sekali mendapat bansos lain. Entah itu BPNT, PKH, atau BLT," bebernya.

Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Didin Nasrudin Darsono mengungkapkan, kodim digelontor bantuan sembako berupa beras dari pusat total sebanyak 41,9 ton. Bantuan beras itu disalurkan kepada warga terdampak Covid-19. "Kami bagikan kepada warga Blitar Raya yang belum sama sekali dapat bansos dari pemerintah," jelasnya kepada Koran ini kemarin (22/7).

Selain beras, TNI juga menyalurkan bantuan obat-obatan dan vitamin kepada para isoman atau warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Obat-obatan itu dibagikan langsung kepada isoman ke rumah.

Sementara itu, kepolisian juga turut serta membantu meringankan warga terdapampak Covid-19. Korps baju cokelat itu juga menyalurkan bantuan berupa sembako. Setiap polres mendapat gelontoran beras sedikitnya 5 ton dari pemerintah pusat. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news