alexametrics
Minggu, 19 Sep 2021
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Kapan Pandemi Berakhir?

PPKM Diperpanjang, Pedagang MBK Tutup Lagi

24 Juli 2021, 09: 49: 35 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TAK ADA WISATAWAN: Seorang pedagang MBK sedang merapikan dagangan di lapaknya kemarin (23/7).

TAK ADA WISATAWAN: Seorang pedagang MBK sedang merapikan dagangan di lapaknya kemarin (23/7). (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

Para pedagang di kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK) tampaknya harus terus bersabar. Pemkot Blitar kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Artinya, ini juga memperpanjang masa penutupan toko-toko milik pedagang di sekitar pusara Sang Proklamator itu.

Padahal, sebelumnya pemkot menerapkan kebijakan untuk meniadakan kegiatan wisata sejak 3 sampai 20 Juli. Lalu kebijakan itu diperpanjang hingga 25 Juli mendatang, menyusul instruksi pemerintah pusat untuk kembali menerapkan PPKM. "Iya, kabarnya memang penutupan diperpanjang lagi," keluh salah seorang pedagang MBK, Evi Ernawati.

Dia mengungkapkan, kondisi ini membuat toko dan lapak para pedagang kian sepi oleh pengunjung. Selama pandemi Covid-19, para pedagang sudah cukup mengeluhkan turunnya jumlah wisatawan yang mampir ke destinasi andalan Kota Blitar itu. Maka, kebijakan untuk menutup kegiatan wisata memberikan beban ekonomi berlipat bagi para pedagang di MBK.

"Sebelum ada PPKM sudah sepi. Begitu ada PPKM darurat sejak awal bulan ini kan MBK ditutup. Itu sudah tidak ada wisatawan sama sekali. Makanya kalau diperpanjang, penutupannya nanti ya makin susah lagi," bebernya.

Wanita 38 tahun ini mengaku sedikit beruntung karena kini masih ada satu atau dua warga lokal yang berbelanja. Namun, tak jarang dia sama sekali tidak bisa menjual barang selama penutupan wisata. "Kalau sekarang sales saya yang dari Solo dan Tulungagung sudah ndak ada yang kirim barang ke sini. Jadi saya cuma fokus habisin stok yang ada di toko," bebernya.

Hal senada diungkapkan pedagang lain, Naim Yunida. Dia mengaku pendapatannya drop dari hari-hari normal. Padahal biasanya selama Juni-Agustus pedagang MBK biasa "panen" karena saat itu adalah waktu peningkatan kegiatan wisata. "Harusnya saat ini kami panen. Pokoknya setiap musim libur, Bulan Bung Karno dan Agustusan itu ramai-ramainya kegiatan wisata," akunya.

"Kalau dulu masih ada bantuan sembako dari pemkot. Sekarang tidak ada. Harapan para pedagang di sini sama. Semoga pandemi ini segera berlalu dan pemkot dapat membuat kebijakan yang bisa mengakomodasi para pedagang," terangnya. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news