alexametrics
Minggu, 19 Sep 2021
radartulungagung
icon-featured
Features
Bisnis Motor Klasik

Mulai Hobi sampai Jual-Beli

24 Juli 2021, 09: 57: 15 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERNILAI EKONOMI: Motor klasik tetap diminati sampai sekarang. Bahkan tak sedikit orang rela mengeluarkan duit lebih untuk restorasi.

BERNILAI EKONOMI: Motor klasik tetap diminati sampai sekarang. Bahkan tak sedikit orang rela mengeluarkan duit lebih untuk restorasi. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

Penggemar motor klasik atau jadul terus menjamur. Anak muda maupun usia tua, tak ketinggalan mengoleksinya. Nilai historis dan keantikan dari motor klasik menjadi kebanggaan tersendiri.

Para pencinta motor antik bahkan rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan motor idaman. Termasuk untuk peremajaan atau merestorasi. Yakni merombak kembali motor klasik yang tampak butut menjadi seperti baru lagi.

Seperti yang dilakoni Irfan Nur Fajar. Warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, itu sejak duduk di bangku SMA gandrung dengan motor klasik. Terutama vespa. Namun, beberapa tahun belakangan ini fokus ke motor klasik jenis bebek.

Koleksi motor klasik bebek pemuda 26 tahun itu mencapai puluhan. Sebagian dari koleksinya juga dijual. Irfan memanfaatkan hobinya itu menjadi ladang bisnis. "Sudah sejak 2016 lalu fokus bisnis jual-beli motor klasik. Awalnya hanya hobi mengoleksi,” ungkapnya.

“Melihat peluang bisnis motor klasik di luar cukup besar, saya putuskan mencoba," lanjutnya saat ditemui, kemarin (23/7).

Berkat bisnisnya itu, keuntungan yang diperoleh cukup menggiurkan. Selain untuk biaya kehidupan sehari-hari, sebagian ditabung dan lainnya diputar untuk modal membeli unit. "Saya tetap cari unit. Jika ada unit bagus dan cocok, saya beli," katanya.

Irfan selama ini memburu motor jadul via media sosial (medsos). Terkadang juga lewat informasi dari rekan-rekan sejawat. Rata-rata unit yang didapat selama ini dari luar daerah.

Dalam mencari unit, ada beberapa kriteria. Di antaranya motor masih dalam kondisi orisinal. Artinya, unit belum diutak-atik ataupun dimodifikasi. "Dari body, spare part, hingga mesin, semua harus masih orisinal. Apalagi jika lengkap," terang pria ramah ini.

Meskipun ada beberapa spare part yang kurang lengkap, terkadang Irfan tetap mengambilnya. Soal harga, tetap ada tawar-menawar. Sebisa mungkin ditawar lebih rendah dari harga yang dipasang. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news