alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek
Rencana Pembangunan Rumah Sakit Watulimo

Ujung-ujungnya Gagal Terlaksana

 Dana Bakal Dialihkan ke RSUD dr Soedomo

24 Juli 2021, 13: 09: 49 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BAKAL KEBAGIAN: Aktivitas IGD RSUD dr Soedomo beberapa hari yang lalu. Instansi ini dikembangkan lagi fasilitasnya.

BAKAL KEBAGIAN: Aktivitas IGD RSUD dr Soedomo beberapa hari yang lalu. Instansi ini dikembangkan lagi fasilitasnya. (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Isu batalnya wacana pembangunan rumah sakit di Kecamatan Watulimo dengan memakai dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) makin gamblang Indikasinya, bupati Trenggalek sudah memberikan rambu-rambu bakal memilih alternatif lain yang lebih krusial. Padahal, sebelumnya.

rencana keberadaan rumah sakit di kecamatan yang berbatasan dengan Samudra Hindia itu gencar digaungkan.

Bupati Mochamad Nur Arifin mengaku, Kabupaten Trenggalek sedang berkonsentrasi menangani pandemi Covid-19 karena kasus paparan yang melonjak sejak awal Juli 2021. Diakuinya, pihaknya sudah mempertimbangkan masukan-masukan dari dari legislatif agar dana PEN yang berasal dari pengajuan utang daerah tidak disuntikkan untuk pembangunan rumah sakit baru seluruhnya. "Ya, kami sekarang fokus di penanganan Covid-19 ya," ucapnya.

Baca juga: Mulai Hobi sampai Jual-Beli

Masukan-masukan itu, lanjut Ipin, memunculkan alternatif baru agar dana sekitar Rp 250 miliar dari pinjaman daerah itu dimanfaatkan untuk dua sektor. Pertama, menambah fasilitas di RSUD dr Soedomo. Kedua, menambah anggaran untuk infrastruktur yang lain. "Kami menambahi fasilitas yang sekarang. Diharapkan operasional bisa cepat," ungkapnya.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini, penambahan fasilitas di RSUD lebih rasional dan penting ketika melihat kondisi Covid-19. Misalnya, membangun IGD khusus Covid-19, ruang ICU, ruang operasi, dan ruang isolasi untuk Covid-19. Sementara, peningkatan infrastruktur untuk Kecamatan Watulimo juga tetap dilakukan. Yakni dengan membangun rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) di Puskesmas Slawe dan Watulimo. "Jadi, pertimbangan rasionalnya itu sama-sama penting," ucapnya. Meski begitu, progres pinjaman daerah itu masih proses administrasi. "Ini masih berjalan," imbuhnya.

Dikonfirmasi berbeda, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Samsul Anam mengatakan, sudah ada koordinasi agar mengurungkan niat pemkab membangun RS di Kecamatan Watulimo. "Tingkat ketidaksetujuan dari masyarakat cukup lumayan (membangun RS di Watulimo, Red). Karena pertimbangan geografis dan kami menawarkan kepada beliau (bupati, Red)," ungkapnya.

Beberapa poin pertimbangan, kata politikus PKB ini, belum bisa ditentukan kapan pembangunan RS Watulimo yang baru dapat dioperasionalkan. Menurut dia, pengoperasionalan RS tak cukup setelah dibangun. Pasalnya, masih ada tahapan lain, yakni menyerap tenaga-tenaga ahli. "Kalau membangun tempat wisata, selesai dibangun bisa beroperasi. Tapi kalau RS itu harus mencari tenaga ahli. Untuk mencari dokter juga tak semudah yang kita bayangkan," ujarnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news