alexametrics
Minggu, 19 Sep 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Jadwalkan Latihan Setelah PPKM

24 Juli 2021, 13: 13: 54 WIB | editor : Alwik Ruslianto

ASAH KEMAMPUAN: Atlet panahan Trenggalek ketika mengikuti puslatkab sebelum penerapan PPKM.

ASAH KEMAMPUAN: Atlet panahan Trenggalek ketika mengikuti puslatkab sebelum penerapan PPKM. (BAMBANG FOR RADAR TRENGGALEK  )

DURENAN, Radar Trenggalek - Para atlet panahan di Bumi Menak Sopal harus bisa menjaga kemampuannya untuk membidik sasaran dengan berlatih sendiri. Pasalnya, kini latihan rutin yang biasa dilakukan mereka sekali dalam seminggu, sementara waktu harus diliburkan. Semua dipicu Trenggalek masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Ketua Persatuan Panahan Indonesian (Perpani) Trenggalek Bambang Dwiyanto mengatakan, sebenarnya panahan merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) yang memiliki risiko paparan Covid-19 terendah. Sebab, jarak satu pemain dengan lainnya sangat jauh sehingga protokol kesehatan (prokes) jaga jarak bisa dilaksanakan. Selain itu, pemain satu dengan lainnya tidak saling berkumpul. “Kendati demikian, kami harus mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kendati para atlet yang berlatih bisa memenuhi prokes, tidak menutup kemungkinan latihan yang kami laksanakan di ruangan terbuka menarik perhatian masyarakat untuk menonton,” katanya.

Dia melanjutkan, itu dilakukan karena tempat latihan yang biasa digunakan adalah lapangan Desa Ngadisuko, Kecamatan  Durenan. Dengan lokasi yang berdekatan dengan jalan raya, pastinya bisa mengundang animo pengguna jalan. Belum lagi para orang tua atlet atau pemain yang ada di lokasi, berpotensi membuat kerumunan. “Karena itu kami meminta para atlet maupun pemain untuk berlatih sendiri di rumah. Sedangkan jadwal latihan akan disusun kembali setelah PPKM dicabut,” ungkapnya.

Baca juga: Ujung-ujungnya Gagal Terlaksana

Itu dilakukan karena panahan merupakan olahraga yang harus terus dilakukan. Sebab jika pemain atau atlet berhenti sejenak saja untuk berlatih, sangat sulit untuk memulihkan kemampuannya kembali seperti sedia kala. Apalagi meningkatkan kemampuan. Jadi diharapkan PPKM level 3 ini segera berakhir sehingga pusat latihan kabupaten (puslatkab) panahan bisa dilaksanakan kembali.

Ini perlu dilakukan segera. Apalagi panahan merupakan salah satu cabor yang selalu menyumbang medali bagi berbagai kejuaraan untuk kontingen Trenggalek. Seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim). Buktinya, pada Porprov Jatim VI 2019 lalu, berhasil membawa pulang dua medali, satu emas dan satu perak. Karena itu, atlet panahan dari Trenggalek merupakan atlet yang diperhitungkan di Jatim. “Apalagi untuk event terbaru selama pandemi ini, yaitu kejuaraan panahan di Sidoarjo bulan lalu (Juni, Red), atlet kami berhasil mendapat juara I kategori tim beregu putri panahan standard bow 40 meter dan berhasil mengalahkan atlet Perpani Jatim,” jelas pria yang sehari-hari bekerja sebagai guru olahraga di SMPN 1 Durenan ini. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news