alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Rawan Terjerat Permasalahan

24 Juli 2021, 13: 20: 09 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Rawan Terjerat Permasalahan

KOTA, Radar Trenggalek - Selain perang terhadap Covid-19, berbagai pihak harus bahu-membahu dalam mengatasi permasalahan anak. Pasalnya, hingga kini anak-anak sering mengalami berbagai masalah. Baik itu yang menyangkut persoalan hukum ataupun tidak. Salah satunya adalah pelecehan sosial. Seperti yang diungkapkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Trenggalek Siti Mukiyarti.

Menurut dia, kini permasalahan terkait anak masih ada di Trenggalek. Seperti pelecehan seksual yang kasusnya sampai ditangani pihak kepolisian. Di antaranya dilakukan oleh orang terdekat. Selain itu, permasalahan administrasi kependudukan (adminduk) bagi anak bawaan wanita yang pernah menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). "Sebenarnya permasalahan anak di sini (Trenggalek, Red) tidak terlalu. Namun perlu sinergitas untuk penanganan," katanya.

Baca juga: Cuaca Dingin dan Kering Bagus bagi Kucing

Perempuan yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini melanjutkan, bukan hanya itu, permasalahan anak juga ada di bidang pendidikan. Dengan berbagai alasan untuk usia sekolah, tapi kebanyakan anak perempuan putus sekolah. Jadi diperlukan koordinasi agar yang bersangkutan tidak jadi putus sekolah. Sebab, kebanyakan yang mengalami hal itu adalah anak pada sekolah jenjang akhir. "Permasalahan ini biasanya dihadapi ketika tahun ajaran baru. Jadi harus terus dilakukan pendampingan untuk menyadarkan anak itu agar tidak putus sekolah. Seperti dengan mencarikan sekolah baru," ungkapnya.

Untuk itu, perlu dilakukan koordinasi berbagai pihak guna memecahkan masalah tersebut. Jika anak tersangkut masalah hukum, maka polisi, kejaksaan, dan pengadilan harus memikirkan bersama untuk menyelesaikan permasalahan anak secara diversi. Dengan dispendukcapil guna permasalahan pencatatan adminduk. Serta disdikpora yang berkaitan dengan sektor pendidikan. Dengan peran serta semua pihak, semua permasalahan anak bisa diselesaikan dengan baik.

Dari situ, untuk mendukung peran tersebut, perlu sekiranya dibuatkan forum anak hingga tingkat desa. Jadi, pemerintah desa (pemdes) harus mau melakukan penganggaran melalui anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Sedangkan, untuk sementara ini masih empat desa yang menjadi percontohan adanya forum diskusi anak. Yakni Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari serta Desa Sawahan, Karanggandu, dan Tasikmadu, ketiganya di Kecamatan Watulimo. Diharapkan dengan begitu, desa-desa lainnya bisa membentuk forum anak. Sebab, berbagai permasalahan tentang anak bisa didiskusikan melalui forum tersebut. "Untuk pendiriannya, kami siap mendampingi. Kendati sekarang masih empat, sudah muncul embrio forum anak di desa lain dan pemdes setempat siap mengalokasikan dana dari APBDes untuk itu," tandas perempuan berkerudung ini. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news