alexametrics
Jumat, 22 Oct 2021
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Subsidi Kuota Internet di Tulungagung Tersendat

Indeks Nilai Siswa Menurun

12 Agustus 2021, 12: 39: 12 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis (HENDRA NOVIAS/RATU)

PUCANGLABAN, Radar Tulungagung – Para orang tua murid sekolah dasar (SD) di Kota Marmer ini harus berbesar hati dalam menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  hingga kini belum menyalurkan bantuan subsidi kuota internet bagi siswa.

Sekretaris Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dinaspendikpora) Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Zuhri mengatakan, belum ada informasi lanjutan terkait bantuan subsidi kuota internet. Pasalnya, sebanyak 643 lembaga SD dan 93 lembaga sekolah menengah pertama (SMP) di Tulungagung  sudah mendaftarkan nomor telepon masing–masing pada data pokok pendidikan (dapodik). “Diundur September. Padahal mereka (orang tua murid, Red) sudah berharap akan menerima bantuan mulai bulan ini,” terangnya.

Dia menambahkan, informasi yang disampaikan oleh Kemendikbud hanya sebatas edaran di media sosial (medsos). Sehingga belum ada informasi lebih lanjut terkait jadwal penyaluran bantuan tersbut pada bulan depan. Dengan demikian, orang tua murid diimbau untuk melakukan upaya aternatif dalam melakukan PJJ. Ini dilakukan selama Agustus sembari menunggu kepastian jadwal pembagian kuota internet. “Ada beberapa solusi yang dilakukan sementara oleh para orang tua,” lanjut pria yang kerap disapa Udin ini.

Upaya alternatif itu, kata Udin, antara lain mengajukan permohonan bantuan di sekolah masing –masing. Itu terbilang solutif, mengingat tiap lembaga sekolah diharapkan mampu menyalurkan kuota subsidi dari bantuan operasional sekolah (BOS). “Alokasi dana BOS melihat jumlah murid di sekolah. Disesuaikan dengan biaya operasional yang lain,” tuturnya.

Dia menegaskan, terkait besaran dana BOS, untuk siswa SD sebesar Rp 900 ribu sampai Rp 1,9 juta dan SMP minimal Rp 1,1 juta sampai Rp 2,4 juta. Sedangkan SMA Rp 1,5 juta sampai Rp. 3,4 juta. Sementara SMK Rp 1,6 juta sampai Rp 3,7 juta. Serta sekolah luar biasa (SLB) sebesar Rp 3,5 juta sampai Rp 7,9 juta. Itu dikalikan dengan total siswa secara keseluruhan.

Artinya, jika sekolah memiliki jumlah murid lebih dari 100 siswa, kuota subsidi dari sekolah dapat dibagikan secara menyeluruh. Sedangkan bagi siswa yang bersekolah di daerah pelosok, pihak sekolah diimbau untuk mengutamakan murid yang kurang mampu terlebih dahulu. “Selain itu bisa juga mengajukan keluhan ke Dispendikpora. Bisa datang langsung atau tertulis melalui layanan surat di kantor,”  jelasnya.

Dia mengatakan, selama 2021 pihak dispendikpora menerima keluhan dari orang tua murid terkait kuota internet PJJ ini. Dengan melihat data informasi siswa, adanya ketersediaan ponsel atau tidak, hingga melihat langsung kondisi perekonomian keluarga siswa. “Setelah itu baru langsung disalurkan kuota subsidi,” ujarnya.

Selain itu, dia mengimbau agar siswa diantar ke balai desa masing–masing guna memperoleh internet gratis melalui wireless fidelity (WiFi) saat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga diharapkan para siswa untuk sabar terlebih dahulu sampai kepastian jadwal penyaluran kuota internet oleh Kemendikbud pada September nanti. (*)

(rt/did/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news