alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Jamasi Tombak Kyai Korowelang, Lestarikan Tradisi Menjelang Hari Jadi

31 Agustus 2021, 14: 18: 17 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Jamasi Tombak Kyai Korowelang, Lestarikan Tradisi Menjelang Hari Jadi

KOTA, Radar Trenggalek - Menjamasi pusaka tidak semudah yang dibayangkan, apalagi pada pusaka yang menjadi simbol yang diandalkan (piyandel) daerah tertentu. Untuk itu, hal tersebut harus dilakukan setiap tahun karena menjadi ciri khas suatu daerah. Hal inilah yang membuat tradisi penjamasan pusaka tombak Kyai Korowelang terus dilakukan hingga kemarin (30/8).

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, sebelum penjamasan dimulai sekitar pukul 11.00, satu hari sebelumnya petugas melihat kondisi pusaka tersebut. Alasannya, melihat tingkat kekotoran pusaka agar persiapan peralatan penjamasan yang dibutuhkan akan lebih mudah. Setelah melihat kondisi pusaka tersebut, barulah peralatan dan bahan disiapkan. “Jamasan pusaka ini kami laksanakan setiap tahun pada perayaan Hari Jadi Trenggalek. Bedanya, hari ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), mengingat virus korona masih ada,” ungkap Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Sunyoto menambahkan, dalam melakukan penjamasan, bahan yang diperlukan tidak terlalu rumit. Sesuai dengan kata ‘penjamasan’, diperlukan air untuk membasuh dan jeruk nipis sebagai pengganti sabun. Ditambah minyak khusus pusaka agar kebersihannya tetap terjaga dan wangi.

Baca juga: Tekankan Gerakan Hak Asuh Anak Pada Hari Jadi ke-827 Trenggalek

Acara penjamasan pusaka dimulai dari ujub wilujengan atau pembacaan doa dengan bahasa Jawa. “Setelah dijamasi, pusaka akan kami simpan kembali sebelum melakukan serangkaian prosesi, seperti malam tirakatan dan sebagainya,” imbuhnya.

Penjamasan tersebut dimulai dengan pembasuhan mata tombak dengan air. Selanjutnya, mata tombak tersebut dibersihkan dengan jeruk nipis sebagai pengganti sabun untuk menghilangkan kotoran dan karatan pada pusaka. Sebab jika menggunakan sabun kimia, dikhawatirkan warna pusaka cepat pudar karena terkena zat dari sabun. Setelah pembersihan mata tombak itu selesai, dilakukan pembilasan dengan air. Untuk menjaga kebersihan pusaka tersebut agar tetap awet, selanjutnya diberikan minyak khusus dan wewangian.

Selain penjamasan pusaka tombak Kyai Korowelang, nantinya juga akan dilakukan pembersihan pusaka lain, seperti Songsong Tunggul Wibawa, Songsong Tunggul Naga, dan bendera Parasamya Purnakarya Nugraha. Nantinya pusaka tersebut akan disemayamkan selama satu malam di Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, yang kemudian diarak kembali ke Pendapa Manggala Praja Nugraha. Dalam arak-arakan tersebut, tahun ini bupati tidak ambil bagian untuk mengantisipasi masyarakat datang melihat. Sebab, saat ini masih dalam suasana penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Jadi arak-arakan dari Kamulan, akan langsung ke pendapa. “Pusaka merupakan lambang suatu daerah. Makanya selalu kami lestarikan agar bisa menjadi contoh masyarakat untuk melestarikan tradisi daerah,” jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news