alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

137 Anak di Blitar Jadi Yatim Piatu, Ortu Meninggal karena Covid-19

04 September 2021, 19: 40: 05 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Ratusan anak di Kota Blitar harus kehilangan ayah dan ibunya karena Covid-19. Tercatat ada 137 anak yang kini menjadi yatim maupun piatu.

Jumlah itu diketahui setelah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar mendata anak di Kota Blitar yang berstatus yatim maupun piatu karena orang tuanya terpapar Covid-19. "Data itu terpantau per 30 Agustus lalu. Tercatat ada 137 anak. Data ini bisa berubah sewaktu-waktu," ujar Kepala Dinsos Kota Blitar Priyo Istanto, kemarin (3/9).

Priyo mengatakan, pendataan anak yatim dan piatu itu merupakan permintaan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sesuai rencana, data anak yatim dan piatu itu untuk kepentingan program penyaluran bantuan sosial (bansos) dampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Menko Airlangga: Optimis Papua Barat jadi Zona Hijau Covid-19

Namun, kini dinsos belum berani memastikan apakah para anak yatim maupun piatu itu bakal memperoleh bantuan. Sebab, keputusan langsung berada di tangan Kemensos. "Di sini kami hanya mendata. Kami menunggu informasi lebih lanjut dari Kemensos dan menunggu kebijakan dari pimpinan," katanya.

Wali Kota Blitar Santoso menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah memberikan bantuan kepada para anak yatim di Kota Blitar. Terutama mereka yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.

Pemberian bantuan itu dilakukan secara bertahap. Pemkot bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Blitar. "Hingga kini sudah ada 55 anak yatim yang diberikan bantuan," tandasnya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news