alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Novel Jadi Buku Paling Diburu Pembaca Usia 25-35 Tahun di Tulungagung

06 September 2021, 12: 09: 50 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis (HENDRA NOVIAS/RATU)

Menjelang peringatan Hari Aksara Internasional kali ini memang agak berbeda dibanding sebelumnya. Pandemi memang menuntut banyak orang untuk tetap di rumah Hal ini disinyalir memiliki prospek kenaikan minat baca.

Dari sekian jenis bacaan, novel masih menjadi genre atau jenis buku favorit di toko-toko buku Kabupaten Tulungagung. Mengalahkan buku yang terkait motivasi dan anak-anak. Buku cerita anak-anak dan buku pelajaran me­nempati peringkat ketiga dan keempat.

Salah satu toko buku yang mengatakan novel sebagai buku yang paling banyak diburu warga Tulungagung adalah Togamas yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro. Menurut Kepala Toko Togamas Tulung­agung, Bagus Teguh, pembeli yang datang memburu novel sebagai bahan bacaan yang ringan. “Buku novel remaja hingga novel dewasa yang tidak terlalu vulgar yang diminati pembeli. Selain itu, related dengan kehidupan mereka yang banyak dicari. Kami juga terkadang membuka pre-order untuk buku pilihan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tulung­agung ke­marin (5/9).

Baca juga: Dinkes Tulungagung Minta Tambahan Rp 2 Miliar untuk Insentif Nakes

Di toko ini pengunjung yang datang tiap harinya mencapai 200 orang. Bila akhir pekan bisa berkisar 300 orang. Jumlah itu dicatat pada masa normal, masa ketika belum ada pandemi Covid-19 menyerang tanah air. Sedangkan di masa pandemi ini, per hari toko ini hanya mencatat 100-150 kunjungan orang saja setiap harinya.

Menurut pria ramah ini, pandemi memang berdampak cukup signifikan. Selain berkurangnya pengunjung, penjualan juga mengikuti. Sebab baginya, libur anak sekolah dan mahasiswa juga menjadi faktor penjualan menurun. Lebih dari 50 persen penjualan turun. Selama musim pandemi seba­gian teralihkan ke pembelian buku daring.

Itu karena tren kunjungan dan penjualan buku selalu memiliki pola yang hamper sama setiap tahun. Yakni terdapat pening­katan saat tahun ajaran baru sekolah. Mulai bulan Mei hingga Agustus, banyak pengunjung yang mengincar perlengkapan dan buku untuk sekolah. “Dalam satu bulan terakhir ini buku anak yang banyak diburu memang buku pelajaran. Seperti buku calistung dan buku ilmu pendidikan yang lain. Mengalahkan buku cerita rakyat,” sambung Bagus.

Lebih jauh lagi, jika dilihat dari segmentasi atau rentang umur pembeli, Bagus mengklasifikasikan menjadi dua kelompok besar. Yaitu pengunjung berusia 12-35 tahun dan 50 tahun ke atas. Menurutnya, pembeli pada usia menengah relatif sedikit, bahkan jarang tercatat. “Pembeli yang 35 ke atas itu banyak meminati buku motivasi. Sedangkan 50 ke atas buku agama dan pelajaran yang diperun­tukkan bagi sang buah hati,” tutur laki-laki berkacamata ini. (*)

(rt/rak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news