alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Bersinergi, TNI Kuat Bersama Rakyat

16 September 2021, 10: 36: 48 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KUATKAN JARINGAN: Bupati Rini Syarifah didampingi Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, Kolonel Inf. Waris Ari Nugroho dan Dandim 0808/Blitar Letkol Inf. Didin Nasruddin Darsono, meninjau pembangunan jembatan di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan. Bupati Ri

KUATKAN JARINGAN: Bupati Rini Syarifah didampingi Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, Kolonel Inf. Waris Ari Nugroho dan Dandim 0808/Blitar Letkol Inf. Didin Nasruddin Darsono, meninjau pembangunan jembatan di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan. Bupati Ri (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

KADEMANGAN, Radar Blitar - Vaksinasi di Kabupaten Blitar kini sudah mencapai sekitar 47 persen. Sejalan dengan hal itu, Bupati Rini Syarifah meminta masyarakat melaksanakan protokol kesehatan (prokes) ketat. Dengan harapan, aktivitas dan perekonomian masyarakat bisa segera pulih. Hal itu disampaikan saat meninjau kegiatan tentara manunggal masuk desa (TMMD) ke-112 tahun anggaran 2021 Kodim 0808/Blitar di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan, kemarin (15/9).

Kegiatan tahunan itu dilaksanakan hingga 30 hari ke depan. Sebelumnya telah dilaksanakan rangkaian kegiatan pra-TMMD. Ada beberapa titik menjadi pusat kegiatan fisik yang dilakukan oleh TNI bersama masyarakat. Di antaranya membangun jalan makadam sekitar 1,5 kilometer (km), jembatan, gorong-gorong, dan beberapa kegiatan fisik lainnya.

Selain itu, ada berberapa rangakaian kegiatan pembinaan serta kegiatan sosial bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya, penyuluhan pertanian hingga kesehatan yang diwujudkan dengan sosialisasi dan vaksinasi. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan prokes secara ketat.

Baca juga: DPD Golkar Trenggalek Putus Rantai Covid–19

(AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

Bupati Rini menyatakan, Kabupaten Blitar kini sudah masuk zona oranye. Menerapakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Hal itu merupakan kabar bagus karena sebelumnya Bumi Penaratan masuk daftar pelaksana PPKM level 4. “Kita semua berharap agar secepat mungkin bisa menurunkan level, dari zona oranye ke kuning, PKKM level 3 ke PPKM level 2, dan seterusnya,” ujarnya.

Berbagai langkah strategis terus dilakukan Pemkab Blitar. Termasuk bersinergi dengan TNI/Polri untuk percepatan vaksinasi. Terutama terhadap lansia dan anak-anak sekolah. “Alhamdulillah kini progres kami sudah mencapai 47 persen. Untuk mencapai level 2, standarnya harus mencapai 70 persen,” katanya.

Bupati bersyukur, upaya percepatan vaksinasi didukung banyak pihak. Misalnya vaksinasi di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan. Itu merupakan salah satu kegiatan sosial TNI bekerja sama dengan pemerintah dalam bingkai kegiatan TMMD ke-112. “Kami melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan sosial vaksinasi ini sangat bagus,” imbuhnya.

Menurut dia, masyarakat kini sudah sadar jika pandemi korona tidak bisa disepelekan. Vaksinasi menjadi salah satu cara untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan Covid-19. “Masyarakat sudah tahu vaksin itu penting dan Covid-19 itu sangat berbahaya. Masyarakat juga sudah sadar pentingnya prokes, bisa dilihat sendiri mereka sudah mengatur jarak masing-masing dan memakai masker,” jelasnya sambil menoleh kepada warga yang sedang antre untuk divaksinasi.

Di lokasi yang sama, Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, Kolenel Inf. Waris Ari Nugroho mengatakan, perlu kerja sama dari semua unsur dalam menangani Covid-19. Percepatan vaksinasi harus dilakukan, terutama terhadap lansia yang masuk kategori rentan. “Tadi sudah disampaikan, kini progres vaksinasi sudah 47 persen. Mudah-mudahan bisa segera mencapai target yang ditentukan,” ujarnya.

Dandim 0808/Blitar Letkol Inf. Didin Nasruddin Darsono menambahkan, selain kegiatan sosial seperti penyuluhan, sosialisasi, dan vaksinasi, ada beberapa kegiatan pembangunan. Di antaranya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan gorong-gorong, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga jambanisasi. “Infrastruktur ini, selain bisa dimanfaatkan masyarakat, juga mendukung program-program dalam rangka penyiapan pertahanan negara,” katanya.

Menurut dia, salah satu tujuan akhir dari TMMD ini adalah kemanunggalan TNI dan rakyat. Sebab, TNI juga membutuhkan dukungan dari masyarakat dalam mempertahankan negara. Begitu juga dalam memerangi korona. “Musuh kita sekarang Covid-19 dan harus dilawan bersama. Tidak hanya pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat. Dengan begitu, masalah Covid-19 bisa diselesaikan,” jelasnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news