alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Terdiagnosa Hernia, Heri Tenang Sudah Punya JKN-KIS

17 September 2021, 14: 24: 18 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Terdiagnosa Hernia, Heri Tenang Sudah Punya JKN-KIS

TULUNGAGUNG, Radar Tulungagung – Bersyukur tidak pernah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan biaya tinggi sejak memiliki Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari tahun 2015 lalu, Heri Purnomo tidak menduga akan menderita penyakit Hernia hingga harus menjalani operasi.

Awalnya, pria berusia 53 tahun ini merasa ada benjolan di bagian bawah perutnya. Setelah dibiarkan beberapa hari ia merasa sedikit sakit pada benjolan tersebut. Merasa perlu untuk memastikan penyakitnya itu, akhirnya Heri memeriksakannya ke dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Awalnya kok ada benjolan dibawah perut. Pada waktu itu kami biarkan beberapa hari. Selang 1 minggu, waktu siang ketika agak capek, terasa agak nyeri sedikit, tidak begitu sakit. Terus benjolannya agak besar sedikit. Terus saya berpikir, nanti kalau tidak diperiksakan ke dokter kan tidak tahu penyakitnya apa. Kemudian saya ke FKTP, di FKTP didiagnosa Hernia,” terangnya.

Baca juga: Airlangga: Siap Selenggarakan Presidensi G20 Tahun 2022

Namun untuk memastikan lagi, dokter di FKTP merujuk Heri ke rumah sakit untuk menemui dokter spesialis bedah. Ternyata benar, benjolan yang ada di perutnya adalah Hernia. Hari itu juga dokter menyarankan Heri untuk menjalani operasi, karena diketahui penyakitnya masih awal, sehingga penyembuhannya akan lebih cepat.

“Selang 3 minggu itu saya bawa ke FKTP, kemudian dirujuk ke spesialis bedah. Ke spesialis bedah itu maksud awal saya hanya periksa saja, ternyata pada saat periksa, malamnya dijadwalkan operasi. Tidak menunggu lama (untuk dilakukan operasi), karena takutnya nanti akan semakin membesar, dan menjadi pikiran, akhirnya saya nurut,” ujarnya.

Dirawat selama 4 hari, Heri bersyukur tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Selain operasi dan perawatan di rumah sakit, kontrol pasca operasi juga gratis.

Meskipun demikian, warga Kabupaten Tulungagung ini dilayani dengan baik, tidak dibedakan dengan pasien lainnya. Kini, seminggu setelah operasi, kondisi Heri sudah membaik, dan sedang dalam proses pemulihan.

“Alhamdulillah tidak ada biaya sama sekali, biaya tambahan pun tidak ada, karena tidak naik kelas. Kontrol juga gratis. Waktu itu pelayanannya lumayan, bagus, tidak dibedakan. Kami memang mendengar dari 1 atau 2 orang, bahwasanya kalau pakai JKN itu penanganannya kurang baik. Awalnya, kami tidak percaya 100% omongan orang, percaya diri saja. Sampai akhirnya kami merasakan sendiri, ternyata tidak seperti yang dikatakan orang,” ujarnya.

Oleh karenanya, Heri berharap kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftar.

Menurutnya, memiliki JKN-KIS adalah untuk ketenangan keluarga apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan, apalagi pelayanan kesehatan dengan biaya tinggi.

“Untuk masyarakat, saya berharap bisa memikirkan situasi yang tidak bisa kita duga selama ini, kadang sakit seperti saya ini, kadang perlu operasi yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Demi ketenangan keluarga, demi ketenangan hidup memang perlu JKN itu, untuk menenangkan kalau sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang sakit. Sebaiknya masyarakat yang belum terdaftar kami mengharapkan untuk mendaftarkan diri, karena sesungguhnya dilihat dari manfaat, (iurannya) tidak berat, apalagi kalau penyakitnya berbiaya tinggi,” jelasnya.

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news