Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengupas Sejarah dan Jenis Rumah Joglo, Simbol Status Sosial dan Kearifan Budaya Jawa

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Senin, 27 Oktober 2025 | 03:50 WIB

salah satu foto rumah joglo kuno yang masih terawat
salah satu foto rumah joglo kuno yang masih terawat

RADAR TULUNGAGUNG – Rumah Joglo merupakan salah satu ikon arsitektur tradisional Jawa yang kaya akan sejarah, filosofi, dan keunikan bentuk.

Berasal dari kata Tajug Loro (Juglo), yang secara harfiah bermakna dua gunung, atap rumah joglo memang dirancang menyerupai bentuk gunung yang dalam filosofi Jawa dianggap sebagai tempat yang tinggi dan sakral.

Meskipun saat ini penyebutan kata tersebut telah berubah menjadi Joglo, nilai-nilai sakral dan filosofis masih melekat kuat pada setiap elemen bangunannya.

Pada mulanya, sejarah mencatat bahwa pembangunan rumah joglo di Jawa Tengah hanya diperuntukkan bagi golongan masyarakat yang memiliki status sosial dan ekonomi tinggi.

Hal ini disebabkan karena bahan dasar utama yang digunakan adalah kayu jati dengan kualitas sangat tinggi, yang harganya terkenal mahal.

Selain itu, proses pembangunan rumah joglo juga membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tinggi.

Tak heran jika pada zaman dahulu, hanya bangsawan, raja, dan orang kaya yang mampu mendirikan bangunan megah ini.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kini rumah Joglo tidak lagi menjadi hak eksklusif kalangan atas; berbagai kalangan masyarakat kini dapat membangun rumah yang terinspirasi dari desain tradisional ini, bahkan sering digunakan pada gedung perkantoran atau pemerintahan.

Rumah Joglo bukan sekadar tempat tinggal; ia adalah cerminan dari hierarki sosial, keterbukaan, dan nilai-nilai domestik Jawa. Bangunan ini umumnya terbagi menjadi dua bagian, yakni rumah induk dan rumah tambahan.

Rumah induk terdiri dari beberapa bagian penting seperti Pendopo, Pringgitan, Emperan, Omah Dalem (Omah Njero), serta Senthong-kiwa, Senthong-tengah, dan Senthong-tengen, yang masing-masing memiliki fungsi spesifik.

Keunikan arsitektur rumah joglo juga sangat menonjol, terutama dengan diterapkannya nilai-nilai filosofi Jawa pada setiap area bangunan.

Baca Juga: Bukan Jenis Pamor Tiban, Konon Keris dengan Pamor Kenanga Ginubah Ini Bisa Mendongkrak Prestasi Akademik, Benarkah Demikian?

Menggali Ragam Jenis Rumah Joglo: Dari yang Paling Sederhana Hingga Termegah

Dalam perkembangannya, rumah joglo memiliki beberapa jenis yang menunjukkan variasi arsitektur dan kegunaan, seperti:

1. Rumah Joglo Sinom 

Jenis ini merupakan pengembangan dari rumah joglo standar, ditandai dengan teras keliling dan dilengkapi dengan 36 tiang (saka), empat di antaranya adalah saka guru atau tiang utama.

Atapnya dibagi menjadi beberapa bagian dengan tiga tingkatan dan satu bubungan.

2. Rumah Joglo Pangrawit 

Ciri khasnya adalah atap berbentuk kubah dengan lambang gantung. Rumah joglo jenis ini dianggap paling modern dan sering dijumpai karena desain arsitekturnya kerap digunakan pada rumah-rumah modern.

3. Rumah Joglo Jompongan 

Jenis ini memiliki karakter atap dengan dua susunan bubungan yang memanjang ke kiri dan kanan.

Rumah ini dianggap yang paling sederhana dibandingkan jenis joglo lainnya karena denah lantainya berbentuk bujur sangkar dan tidak menggunakan banyak ornamen atau hiasan di area atap.

4. Rumah Joglo Mangkurat 

Atap rumah ini memiliki tiga susunan tingkatan dengan kemiringan yang berbeda-beda, sementara bagian tengah atapnya cenderung dibuat lebih tinggi.

5. Rumah Joglo Hageng 

Model ini menonjol karena memiliki ukuran atap utama terbesar di antara jenis joglo lainnya. Dilengkapi dengan tratak keliling, rumah Joglo Hangeng memberikan kesan megah, layaknya sebuah istana.

6. Rumah Joglo Lawakan 

Ditandai dengan dua tingkatan, model atapnya terkesan sederhana, dengan bagian bawah landai dan lebar, serta bagian atas yang meruncing.

Selain jenis-jenis Joglo, terdapat juga rumah adat tradisional Jawa lainnya seperti Rumah Adat Limasan dan Rumah Joglo Panggang Pe.

Rumah Limasan, misalnya, terkenal dengan kelebihannya dalam meredam gempa bumi berkat struktur rangka yang memperlihatkan batang kayu, serta sistem tumpuan sendi yang mampu mengimbangi struktur atas yang bersifat jepit. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#soko guru #rumah joglo #rumah adat #rumah adat jawa