Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rahasia Penglaris Weton Wage Menurut Primbon Jawa, Benarkah Ada Pamomong Rezeki yang Bekerja Diam-Diam?

Divka Vance Yandriana • Minggu, 15 Februari 2026 | 16:45 WIB
Rahasia penglaris Weton Wage menurut primbon Jawa, dari pamomong rezeki hingga laku air beras dan puasa sepi.
Rahasia penglaris Weton Wage menurut primbon Jawa, dari pamomong rezeki hingga laku air beras dan puasa sepi.

JAKARTA - Rahasia penglaris Weton Wage kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video YouTube membahas soal pamomong rezeki dan laku sederhana menurut primbon Jawa. Dalam tayangan tersebut disebutkan, tidak semua penglaris harus diucapkan terang-terangan. Ada yang justru bekerja dalam diam dan dijalani tanpa dipamerkan.

Pembahasan mengenai penglaris Weton Wage ini menarik perhatian karena dikaitkan dengan warisan leluhur Jawa. Disebutkan, orang yang lahir pada weton Wage diyakini memiliki daya halus yang tidak menonjol, tetapi bekerja pelan dan konsisten dalam mengalirkan rezeki.

Dalam primbon Jawa, Weton Wage digambarkan sebagai pribadi yang tenang dan tidak meledak-ledak. Rezekinya disebut tidak datang secara tiba-tiba dalam jumlah besar, melainkan mengalir perlahan namun stabil.

Baca Juga: Rutin Santuni 102 Anak Yatim Setiap Jumat Legi, Wujud Kepedulian Sosial Karyawan PG Modjopanggoong Tulungagung

Weton Wage dan Pamomong Rezeki

Dalam narasi video tersebut, Weton Wage disebut sebagai “penyimpan daya halus”. Daya ini diyakini bukan kekuatan yang kasat mata, melainkan energi batin yang bekerja selaras dengan sikap hidup pemiliknya.

Konsep yang diangkat adalah pamomong rezeki, yakni penjaga halus yang dipercaya mendampingi seseorang sejak lahir. Pamomong ini, menurut kepercayaan Jawa, akan mendekat pada pribadi yang rendah hati, tidak serakah, dan tidak iri terhadap rezeki orang lain.

Sebaliknya, jika seseorang memiliki niat menjatuhkan usaha orang lain atau dipenuhi dengki, pamomong disebut akan menjauh. Tanda yang kerap dikaitkan adalah usaha terlihat ramai, tetapi hasilnya cepat habis atau rezeki terasa seret tanpa sebab jelas.

Kepercayaan tentang pamomong rezeki ini merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Jawa yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga: BPNT Susulan 14 Februari 2026 Cair Rp600 Ribu, Cek Saldo KKS Merah Putih Sekarang! Siap-Siap Undangan Beras 20 Kg dan 4 Liter Minyak Goreng

Laku Sederhana: Air Cucian Beras

Salah satu praktik yang disebut dalam video adalah penggunaan air cucian beras pertama sebagai simbol penglaris. Dalam filosofi Jawa, beras dimaknai sebagai lambang kehidupan dan sumber penghidupan.

Air cucian beras pertama dipercaya masih membawa “getaran awal rezeki”. Namun, ditekankan bahwa bukan airnya yang dianggap sakti, melainkan niat dan kesadaran saat menggunakannya.

Air tersebut didiamkan sejenak, lalu digunakan untuk membasuh tangan sebelum membuka usaha atau dipercikkan di depan pintu tempat mencari nafkah. Praktik ini dilakukan tanpa pamer dan dengan niat memohon kelancaran serta keberkahan, bukan kekayaan instan.

Tradisi semacam ini sejatinya lebih menekankan pada pembentukan sikap batin yang tenang dan penuh syukur.

Baca Juga: Doktif Minta Keadilan Viral, Sentil PMJ dan Bongkar Dugaan Penipuan yang Rugikan Masyarakat

Puasa Sepi dan Pantangan Weton Wage

Selain itu, disebut pula laku puasa sepi yang dilakukan pada hari kelahiran Wage. Puasa ini bertujuan membersihkan diri dari rasa kurang dan menahan keinginan berlebihan.

Selama menjalani puasa, seseorang dianjurkan menjaga ucapan, tidak mengeluh, tidak membandingkan rezeki, serta menghindari amarah. Setelahnya, disarankan berbagi, meski hanya dalam bentuk sederhana seperti senyum atau sedekah kecil.

Namun ada pantangan yang ditekankan. Penglaris Weton Wage disebut tidak akan bekerja jika digunakan untuk niat buruk, seperti menjatuhkan usaha orang lain atau menyombongkan diri. Selain itu, meremehkan rezeki kecil juga diyakini dapat “menutup pintu” keberkahan.

Filosofi ini pada dasarnya mengajarkan etika berdagang dan pengendalian diri.

Penglaris Sejati Ada pada Nafas dan Tutur Kata

Bagian paling menarik dari pembahasan adalah penekanan bahwa penglaris sejati bukan ritual rumit, melainkan pada napas dan tutur kata.

Seseorang dianjurkan menarik napas perlahan sebelum membuka usaha, mengingat niat awal mencari rezeki, lalu melepasnya dengan tenang. Ucapan yang lembut dan jujur diyakini menciptakan rasa aman bagi orang lain.

Dalam konteks psikologis modern, sikap tenang dan komunikasi yang baik memang berpengaruh terhadap kepercayaan pelanggan.

Rezeki Weton Wage disebut jarang “meledak”, tetapi bertahan lama. Tidak cepat naik drastis, tetapi juga tidak mudah jatuh. Filosofi ini menekankan ketekunan, kesabaran, dan konsistensi sebagai kunci keberhasilan.

Terlepas dari sisi spiritual dan budaya yang menyertainya, ajaran ini sejatinya mengandung pesan universal: menjaga niat, menghindari iri hati, serta bersyukur atas rezeki sekecil apa pun.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, rahasia penglaris Weton Wage bukan sekadar mitos, melainkan warisan nilai hidup yang menuntun agar seseorang tidak kehilangan arah dalam mencari nafkah.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Primbon Jawa #weton rezeki #weton wage