Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nostalgia di Tulungagung saat Main Sepak Bola Sore Hari: Masa Kecil yang Dirindukan dan Penuh Makna

Mohammad vicky avanda zilmy • Rabu, 16 Juli 2025 | 22:45 WIB
Kenangan masa kecil tentang bermain sepak bola menjelang waktu maghrib menjadi salah satu momen nostalgia di Tulungagung.
Kenangan masa kecil tentang bermain sepak bola menjelang waktu maghrib menjadi salah satu momen nostalgia di Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Di tengah hiruk-pikuk perkembangan teknologi dan gaya hidup modern di Tulungagun.

Kenangan masa kecil tentang bermain sepak bola menjelang waktu maghrib menjadi salah satu momen nostalgia di Tulungagung.

Terutama yang paling dirindukan banyak orang, adalah warga Tulungagung generasi 90-an dan awal 2000-an. 

Suasana Sore yang Penuh Cerita

Menjelang sore hari, ketika matahari mulai condong ke barat dan udara menjadi lebih sejuk, anak-anak mulai keluar rumah sambil membawa bola plastik, bola karet, atau bahkan bola buatan dari gulungan kain. 

Lapangan kosong, halaman masjid, atau gang kecil di kampung menjadi arena pertandingan yang penuh semangat. Tidak ada wasit, tidak ada peluit semuanya berdasarkan kesepakatan bersama.

Sepakbola Tanpa Sepatu, Tapi Penuh Jiwa

Bermain tanpa alas kaki bukanlah masalah. Bahkan, terkadang sepatu justru dianggap menghambat gerakan.

Yang penting adalah semangat, kerja sama tim, dan rasa senang yang membuncah.

Setiap anak punya peran penjaga gawang yang paling berani, penyerang yang lincah, dan si cerewet yang jadi komentator dadakan.

Azan Maghrib : Tanda Pertandingan Usai

Hal paling khas dari nostalgia sepakbola sore hari adalah berhentinya permainan saat azan maghrib berkumandang. 

Seolah sudah menjadi aturan tak tertulis, semua langsung berlarian pulang.

Ada yang buru-buru membersihkan kaki penuh lumpur, ada pula yang masih sempat saling ejek karena skor akhir pertandingan. 

Maghrib adalah penanda sakral yang tidak boleh dilanggar, apalagi bagi anak-anak yang takut dimarahi orang tua karena pulang terlambat.

Manfaat Tersembunyi dari Sepak Bola Sore

Tanpa disadari, aktivitas ini memberikan banyak manfaat :

Melatih kerja sama tim

Menjaga kebugaran fisik

Mengembangkan kreativitas dalam permainan

Membangun jiwa sportivitas sejak dini

Kembali ke Akar Sepak Bola sebagai Perekat Sosial

Di era digital saat ini, momen seperti itu mulai jarang terlihat. Gadget dan game online menggantikan bola dan lapangan.

Padahal, nilai kebersamaan dan kebahagiaan sederhana seperti bermain sepakbola menjelang maghrib sulit tergantikan.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi ini demi menjaga semangat kebersamaan generasi muda.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #kenangan bersama #Nostalgia 2000-an #sepak bola