Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tubuh Manusia Terbentuk dari Bintang, Fakta atau Hanya Fiksi Belaka?

Savina Ayu Wardani • Selasa, 19 Agustus 2025 | 23:43 WIB
Pernahkah kamu mendengar kalimat “we are all made of stars”? Ungkapan ini bukan sekadar puitis, melainkan fakta ilmiah yang sudah dibuktikan oleh para astronom dan fisikawan.
Pernahkah kamu mendengar kalimat “we are all made of stars”? Ungkapan ini bukan sekadar puitis, melainkan fakta ilmiah yang sudah dibuktikan oleh para astronom dan fisikawan.

TULUNGAGUNG - Pernahkah kamu mendengar kalimat “we are all made of stars”? Ungkapan ini bukan sekadar puitis, melainkan fakta ilmiah yang sudah dibuktikan oleh para astronom dan fisikawan.

Setiap atom di dalam tubuh kita lahir dari peristiwa kosmik, mulai dari Big Bang, fusi nuklir di bintang, hingga ledakan supernova.

Unsur-unsur penyusun tubuh manusia berikut inilah yang menjadi bukti bahwa manusia terbuat dari bintang.

Hidrogen di Tubuh Kita Lebih Tua dari Galaksi

Sekitar 10% tubuh manusia terdiri dari hidrogen, terutama dalam molekul air dan senyawa organik.

Fakta menariknya, hidrogen ini terbentuk hanya beberapa menit setelah Dentuman Besar (Big Bang) 13,8 miliar tahun lalu.

Artinya, atom hidrogen dalam tubuh kita lebih tua dari Bumi, Matahari, bahkan galaksi Bima Sakti.

Unsur Tubuh Lainnya Ditempa di Dalam Bintang

Unsur penting dalam tubuh seperti karbon, oksigen, dan nitrogen tidak ada segera setelah Big Bang, melainkan diciptakan melalui proses fusi nuklir di inti bintang.

Di dalam bintang raksasa merah, helium bergabung untuk membentuk karbon, lalu karbon dan helium bergabung kembali untuk membentuk oksigen.

Nitrogen juga terbentuk dalam siklus nuklir tertentu di bintang.

Unsur-unsur inilah yang kemudian menjadi bagian penting dalam DNA, protein, dan molekul kehidupan lainnya di tubuh manusia. 

Supernova Memberi Kita Tulang, Gigi, dan Darah

Ketika bintang masif kehabisan bahan bakar, bintang itu akan meledak sebagai supernova.

Ledakan supernova bukan hanya menghancurkan bintang tersebut, tetapi juga menciptakan dan melepaskan unsur-unsur berat ke ruang angkasa.

Kalsium yang memperkuat tulang dan gigi kita, fosfor yang penting untuk DNA dan energi sel, serta besi yang berperan dalam hemoglobin darah semuanya berasal dari proses kosmik ini.

Tanpa supernova, tubuh manusia tidak akan memiliki unsur penting untuk tulang, energi, maupun sistem peredaran darah.

Unsur Langka Tubuh Berasal dari Tabrakan Bintang Neutron

Selain supernova, ada peristiwa kosmik yang lebih ekstrem, yaitu tabrakan bintang neutron (kilonova).

Dalam peristiwa ini, terjadi proses penangkapan neutron cepat yang menghasilkan unsur-unsur berat seperti emas, platina, dan yodium.

Fakta ini menjelaskan bahwa cincin emas di tangan kita atau yodium pada hormon tiroid tubuh berasal dari salah satu peristiwa paling dahsyat di alam semesta.

Debu Kosmik Membentuk Bumi dan Kehidupan

Gas dan debu yang mengandung unsur-unsur hasil supernova dan tabrakan bintang neutron akhirnya berkumpul membentuk awan molekuler raksasa.

Sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, awan ini runtuh dan membentuk tata surya, termasuk Matahari dan planet-planet.

Bumi yang terbentuk dari materi kosmik ini membawa campuran unsur-unsur bintang tua, yang kemudian menjadi dasar pembentukan molekul organik pertama dan akhirnya kehidupan.

Dengan kata lain, tubuh kita adalah hasil daur ulang materi bintang yang sudah mati jauh sebelum tata surya lahir.

Bukti Ilmiah dari Astronomi dan Biologi

Komposisi kimia tubuh manusia menunjukkan kesamaan dengan unsur yang terbentuk dalam bintang.

Oksigen membentuk sekitar 65% massa tubuh, karbon 18%, hidrogen 10%, nitrogen 3%, kalsium 1,5%, fosfor 1%, dan sisanya unsur lain dalam jumlah kecil seperti belerang, kalium, dan natrium.

Studi dari Sloan Digital Sky Survey pada tahun 2017 menemukan bahwa 97% massa tubuh manusia memang berasal dari materi bintang.

Fakta ini memperkuat kesimpulan bahwa kita memiliki hubungan langsung dengan proses nuklir kosmik.

We Are Star stuff” Adalah Ringkasan Ilmiah

Ungkapan terkenal astrofisikawan Carl Sagan, “We are made of star stuff”, sering dianggap sekadar metafora indah, padahal sebenarnya merupakan fakta ilmiah.

Hidrogen yang kita hirup setiap hari lahir dari Big Bang, karbon dan oksigen dalam tubuh kita ditempa di bintang, dan besi dalam darah kita berasal dari supernova.

Jadi, tubuh manusia benar-benar adalah warisan kosmik yang tersusun dari materi bintang.

Tubuh manusia benar-benar terbuat dari bintang karena unsur-unsur penyusunnya berasal dari kosmos.

Hidrogen di tubuh kita lahir sejak Big Bang, sementara karbon, oksigen, nitrogen, kalsium, hingga besi terbentuk di dalam bintang dan tersebar saat bintang meledak sebagai supernova.

Debu dan gas kosmik itu kemudian membentuk Bumi, sehingga setiap atom dalam diri kita adalah warisan dari bintang yang pernah hidup miliaran tahun lalu.

Editor : Vidya Sajar Fitri
#fakta ilmiah #supernova #tubuh manusia #sains #bintang