RADAR TULUNGAGUNG - Ada satu hal yang kurang diketahui masyarakat saat menyaksikan fenomena gerhana bulan total yang baru saja usai, yaitu corn moon atau bulan jagung.
Corn moon adalah fenomena bulan purnama yang muncul pada bulan September dan sejak dahulu dikaitkan dengan masa panen jagung di Amerika Utara.
Nama corn moon muncul dari tradisi agraris masyarakat kuno yang sangat bergantung pada cahaya Bulan untuk menyelesaikan panen di malam hari.
Bagi banyak budaya, corn moon bukan hanya fenomena astronomis, melainkan juga penanda penting dalam siklus kehidupan pertanian.
Corn moon berakar dari tradisi penduduk asli Amerika dan masyarakat Eropa kuno. Pada periode September, jagung dan hasil pertanian lainnya biasanya sudah matang dan siap dipanen.
Cahaya terang dari bulan purnama di malam hari memberi kesempatan para petani bekerja lebih lama di ladang tanpa harus bergantung pada penerangan lain.
Karena itulah bulan purnama ini kemudian disebut sebagai corn moon atau bulan jagung.
Meskipun sering dianggap sama, corn moon dan harvest moon sebenarnya memiliki sedikit perbedaan.
Corn moon biasanya jatuh di awal September dan menandai panen jagung. Sedangkan harvest moon adalah bulan purnama yang paling dekat dengan titik ekuinoks musim gugur (sekitar 22–23 September).
Dalam beberapa tahun, keduanya bisa bertepatan, tetapi sering kali corn moon muncul lebih awal daripada harvest moon.
Seperti bulan purnama lainnya, corn moon terjadi ketika posisi Bulan berada berlawanan dengan Matahari, sehingga wajah Bulan terlihat penuh dari Bumi.
Saat terbit di cakrawala, corn moon sering tampak lebih besar dan berwarna oranye keemasan, menciptakan pemandangan langit yang menakjubkan.
Warna keemasan ini dipengaruhi oleh atmosfer Bumi yang membiaskan cahaya ketika Bulan berada dekat horizon.
Bagi masyarakat kuno, corn moon memiliki makna spiritual dan simbolis. Mereka percaya cahaya Bulan purnama ini membawa keberkahan, energi tambahan, serta tanda kesiapan untuk menyimpan hasil panen sebagai bekal menghadapi musim dingin.
Hingga kini, corn moon masih menjadi momen refleksi dan perayaan di berbagai komunitas yang menjaga tradisi lama.
Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Memasuki Fase Awal, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Saat ini, corn moon menjadi salah satu fenomena langit yang paling ditunggu oleh fotografer malam, pecinta astronomi, hingga komunitas budaya.
Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk mengamati Bulan, mendokumentasikannya, atau sekadar menikmati keindahan alam semesta.
Di dunia digital, corn moon juga populer sebagai konten media sosial karena keindahannya yang memikat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana