Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Demi Cinta,dan Perhatian, Mereka Terbang: Fenomena Salto Pemuda Prindavan Bikin Geleng-Geleng Kepala

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 18 September 2025 | 18:37 WIB

 

pemuda india (prindavan)
pemuda india (prindavan)

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah gempuran tren digital yang serba cepat, sebuah fenomena unik tengah merebak di kalangan pemuda India yakni aksi back flip atau salto.

Yang menarik, aksi salto pemuda India ini bukan semata-mata pertunjukan olahraga, melainkan telah menjelma menjadi sebuah ritual modern untuk menarik perhatian lawan jenis, bahkan sebagai cara menyampaikan "proposal" cinta.

Di berbagai platform media sosial, mulai dari Facebook hingga Instagram, rekaman aksi salto di India yang dilakukan pemuda-pemuda "Prindavan" bertebaran luas, menjadi tontonan yang menghibur sekaligus membingungkan bagi sebagian besar penonton di luar India.

Bagi masyarakat Indonesia, aksi salto di India mungkin hanya dianggap sebagai lelucon atau sekadar hiburan semata.

Namun, di negeri asalnya, terutama di kawasan pinggiran dengan dominasi masyarakat berpenghasilan rendah, back flips adalah tren yang berkembang pesat dan sarat makna.

Bukan hanya untuk mendapatkan decak kagum, fenomena salto di India ini juga menjadi bagian dari upaya merebut hati perempuan yang mereka taksir.

Ini adalah perpaduan antara keberanian fisik, ekspresi diri, dan harapan untuk mendapatkan balasan cinta, yang seringkali berakhir dengan hasil yang tak terduga.

Baca Juga: Tak Sekadar Imut, Ini Fakta di Balik Viral Dino Kuning ‘Naloong’ dari China yang Begitu Menggemaskan

Salah satu insiden yang cukup menggambarkan fenomena ini terjadi di Benteng Merah (Lal Qila) di Kota Delhi, sebuah situs warisan bersejarah yang dibangun oleh Kaisar Mughal Syah Jahan pada Abad ke-17. Seorang remaja India, dengan setangkai mawar di tangan, melihat rombongan turis Eropa mendekat.

Dengan percaya diri, pria muda itu bersiap melakukan aksi "machonya" di hadapan perempuan bule yang ia taksir.

Begitu rombongan tersebut berada dalam jangkauan, ia segera melakukan salto di India ke belakang dengan lihai, sementara temannya sigap merekam adegan tersebut. Usai melakukan salto, ia berlutut dan menyodorkan mawar kepada perempuan yang terkejut itu.

Sayangnya, bule tersebut sama sekali tak peduli dan terlihat tidak tertarik dengan aksi yang baru saja ia saksikan. Pria muda itu hanya bisa nyengir masam, merasa malu namun tak berdaya.

Kisah ini, yang ditulis di situs storypick.com oleh Disha Banerjee pada tahun 2022, adalah gambaran nyata dari perjuangan cinta melalui salto di India.

Baca Juga: Pernah Bertanya-tanya Kenapa Langit Berwarna Biru? Ternyata Ini Penyebabnya

Tren back flips ini tidak hanya terbatas pada tempat-tempat wisata seperti Benteng Merah. Di India, khususnya di daerah-daerah pinggiran yang masih didominasi masyarakat miskin, salto di India tumbuh subur menjadi sebuah budaya.

Bahkan, saking populernya, kontes salto di India seringkali diadakan, termasuk sebagai bagian dari acara hiburan di pesta pernikahan.

Di jalan-jalan ramai atau tempat-tempat umum lainnya, aksi back flips juga seringkali dilakukan di depan khalayak ramai, direkam, dan kemudian diunggah ke media sosial. Tujuannya jelas: menarik perhatian, terutama dari perempuan yang menjadi target.

Namun, tak semua aksi salto di India berbuah manis. Seringkali, usaha ini justru menuai antipati. Ada kalanya, saat si pria melakukan salto, gerakannya justru mengenai perempuan yang ditaksir, bukannya memicu jatuh cinta, target justru merasa kesal luar biasa.

Situasi ini menjadi lebih rumit mengingat konteks sosial di India. Menurut beberapa sumber, perempuan di India harus sangat hati-hati dalam menyampaikan kekesalan atau penolakan kepada pria.

Pasalnya, banyak kasus di mana perempuan disiram cairan asam di wajahnya bila menolak lamaran pria, sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah acid attack.

Selain itu, angka pemerkosaan juga sangat tinggi, mencapai 30 ribu kejadian per tahun yang dilaporkan. Contoh kasus tragis seperti pemerkosaan turis Spanyol oleh tujuh pria di depan suaminya di distrik Dumka pada Maret 2024, menyoroti realitas brutal yang terkadang dihadapi perempuan di India.

Kondisi ini tentu saja menambah kompleksitas di balik setiap penolakan atau ekspresi ketidaksukaan, termasuk terhadap aksi salto di India yang gagal.

Baca Juga: Apa Jadinya Kalau Semua Es di Kutub Mencair? Masa Depan Bumi Bakal Begini Nantinya

Meskipun salto di India dikenal sebagai tren "pembuka proposal cinta" di kalangan masyarakat bawah, kegemaran akan back flips sebenarnya tidak mengenal kasta. Ini adalah hobi yang dapat dinikmati oleh siapa saja, tanpa memandang status sosial.

Sebagai contoh, Viaan, putra dari bintang Bollywood terkenal Shilpa Shetty, juga menggemari aksi salto di India ini.

Menurut Shilpa Shetty di akun Instagram-nya, Viaan sering berlatih back flips di rumah, terutama saat periode lockdown dulu. 

Namun, data yang diperoleh dari berbagai sumber menunjukkan adanya perbedaan fungsi back flips antar kelas sosial.

Di kalangan atas, salto di India seringkali dipandang sebagai bagian dari olahraga dan keterampilan yang dipamerkan secara terbatas, mungkin dalam lingkaran sosial tertentu atau sebagai bentuk kebugaran.

Sementara itu, di kalangan bawah, aksi ini menjadi keahlian yang diperlihatkan di ruang publik, secara spesifik di hadapan perempuan yang mereka taksir, sebagai bagian dari strategi pendekatan atau lamaran.

Perbedaan ini menyoroti bagaimana sebuah aksi fisik dapat memiliki beragam interpretasi dan tujuan tergantung pada konteks sosial pelakunya. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#india #salto #prindavan #back flip