Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenapa Hari Minggu Terasa Cepat dan Hari Senin Terasa Lambat? Ini Penjelasan Psikologisnya

Siti Fadhilah Salsabila • Minggu, 12 Oktober 2025 | 21:55 WIB
Bukan waktunya yang berubah, tapi perasaanmu. Minggu bahagia terasa cepat, Senin penuh tekanan terasa lambat.
Bukan waktunya yang berubah, tapi perasaanmu. Minggu bahagia terasa cepat, Senin penuh tekanan terasa lambat.

TULUNGAGUNG - Setiap akhir pekan, banyak orang merasa waktu berjalan begitu cepat.

Hari Minggu baru dimulai, tahu-tahu sudah malam dan besok harus kembali bekerja atau sekolah.

Sebaliknya, hari Senin terasa begitu panjang dan melelahkan.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan, tapi ada penjelasan psikologis di baliknya.

Hari Minggu Terasa Cepat karena Otak Sedang Bahagia

Hari Minggu sering jadi momen yang paling ditunggu.

Setelah lima hari penuh rutinitas, tubuh dan pikiran akhirnya bisa beristirahat.

Menurut psikolog, saat seseorang berada dalam suasana senang atau rileks, otak akan melepaskan hormon dopamin, zat yang membuat kita merasa bahagia.

Dopamin inilah yang memengaruhi cara otak memproses waktu.

Baca Juga: Cafe Instagramable, Tak Sekadar Tempat Nongkrong Hits dan Estetik Generasi Muda, Ternyata Fungsinya Lebih dari yang Dibayangkan

Ketika seseorang sedang menikmati aktivitas menyenangkan, otak tidak fokus pada durasi, melainkan pada pengalaman.

Akibatnya, waktu terasa berjalan jauh lebih cepat.

Selain itu, karena Minggu sering dianggap sebagai “hari kebebasan”, banyak orang menaruh ekspektasi tinggi untuk menikmati waktu luang.

Sayangnya, waktu 24 jam terasa kurang sehingga muncul kesan bahwa hari Minggu berlalu begitu cepat.

Hari Senin Terasa Lambat karena Tubuh dan Pikiran Belum Siap

Sebaliknya, hari Senin jadi hari paling berat bagi banyak orang.

Setelah dua hari santai, otak dan tubuh perlu beradaptasi lagi dengan rutinitas.

Transisi dari rest mode ke work mode inilah yang membuat waktu terasa berjalan lambat.

Fenomena ini sering disebut Monday Blues, yaitu kondisi emosional yang membuat seseorang merasa malas, cemas, atau kehilangan motivasi di awal pekan.

Baca Juga: Kenapa Warung Madura Tersebar di Indonesia dan Selalu Buka 24 Jam? Ternyata Begini Penjelasannya

Selain faktor psikologis, gaya hidup akhir pekan juga berpengaruh.

Tidur larut di Sabtu malam dan bangun siang di Minggu bisa mengacaukan ritme biologis tubuh.

Kondisi ini dikenal sebagai social jetlag, efeknya mirip seperti jetlag setelah bepergian lintas zona waktu.

Semuanya Tentang Persepsi, Bukan Waktu

Secara ilmiah, waktu berjalan dengan kecepatan yang sama setiap hari.

Baca Juga: Efek Media Sosial terhadap Kepercayaan Diri Remaja: Antara Eksistensi dan Tekanan Sosial

Namun, persepsi otak terhadap waktu sangat dipengaruhi oleh emosi, fokus, dan aktivitas kita.

Ketika senang dan sibuk, waktu terasa cepat.

Saat lelah atau stres, waktu seolah melambat.

Fenomena Minggu dan Senin hanyalah cerminan dari cara kerja pikiran manusia yang lebih peka terhadap suasana hati dibandingkan terhadap jarum jam.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#weekend vibes #psikologi #Monday Blues