TULUNGAGUNG - Saat udara terasa panas, kipas angin menjadi penyelamat banyak orang.
Namun, anehnya, bukannya sejuk, terkadang kipas angin justru terasa makin gerah.
Fenomena pemakaian kipas angin justru terasa makin gerah saat cuaca panas ternyata punya penjelasan ilmiah yang sederhana.
Baca Juga: Barang Murah tapi Berguna, Ini 8 Peralatan Multifungsi yang Wajib Dimiliki Anak Kos di Kamar
Kipas angin sebenarnya tidak menghasilkan udara dingin, melainkan hanya mengalirkan udara di sekitar ruangan.
Jadi, jika suhu udara di ruangan sudah tinggi, kipas justru meniupkan udara panas tersebut ke tubuh.
Akibatnya, bukannya adem, justru terasa seperti diterpa angin hangat.
Selain itu, kipas hanya memutar udara panas yang terperangkap, apalagi jika ruangan tertutup rapat tanpa ventilasi.
Baca Juga: Cara Menjaga Kebersihan Rumah Tanpa Ribet, Trik Sederhana Bikin Rumah Selalu Rapi dan Nyaman
Panas tubuh manusia, panas dari peralatan elektronik, hingga sinar matahari yang masuk dari jendela akan membuat suhu ruangan semakin meningkat.
Dalam kondisi seperti ini, kipas malah mempercepat penyebaran panas ke seluruh ruangan.
Cara mengatasinya cukup sederhana.
Pertama, buka jendela atau pintu agar ada sirkulasi udara segar dari luar.
Arahkan kipas ke arah jendela untuk membantu mendorong udara panas keluar.
Jika memungkinkan, gunakan kipas air atau letakkan semangkuk es di depan kipas agar udara yang berhembus terasa lebih dingin.
Kedua, hindari menyalakan banyak perangkat elektronik sekaligus, karena alat-alat seperti televisi dan komputer ikut menghasilkan panas.
Gunakan kipas di ruangan yang teduh dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.
Baca Juga: Kenapa Warung Madura Tersebar di Indonesia dan Selalu Buka 24 Jam? Ternyata Begini Penjelasannya
Selain itu, jaga tubuh tetap sejuk dari dalam dengan minum cukup air putih dan mengenakan pakaian longgar berbahan katun.
Cara-cara sederhana ini terbukti membantu menurunkan rasa panas meski tanpa bantuan AC.
Jadi, saat cuaca sedang terik dan kipas malah terasa panas, bukan alatnya yang bermasalah, melainkan udara di sekitarnya.
Dengan sirkulasi yang baik dan kebiasaan sederhana, ruangan bisa tetap terasa sejuk meski di tengah hawa gerah tropis.***
Editor : Vidya Sajar Fitri