Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terungkap! Chef Juna Blak-blakan Soal MasterChef Indonesia, Drama Kitchen Jack Rabbit hingga Alasan Sempat Hengkang

Kirana Meigita Luciana Rani • Kamis, 19 Februari 2026 | 09:59 WIB

Chef Juna bongkar kisah MasterChef Indonesia, drama dapur Jack Rabbit, hingga alasan sempat hengkang.
Chef Juna bongkar kisah MasterChef Indonesia, drama dapur Jack Rabbit, hingga alasan sempat hengkang.

RADAR TULUNGAGUNG-  Nama Chef Juna tak bisa dilepaskan dari kesuksesan MasterChef Indonesia. Dalam perbincangan terbarunya, juri yang dikenal tegas ini blak-blakan membongkar perjalanan panjangnya di MasterChef Indonesia, termasuk drama di dapur restoran Jack Rabbit hingga alasan dirinya sempat hengkang dari ajang memasak tersebut.

Sejak awal, Chef Juna mengakui bahwa MasterChef Indonesia memberi dampak besar dalam hidupnya. “Of course berkembang, more opportunities,” ujarnya. Meski sebelum tampil di televisi ia sudah punya reputasi di dapur profesional, MasterChef Indonesia membuat namanya dikenal luas publik.

Reputasi Jack Rabbit dan Didikan Keras ala Chef Juna

Sebelum dikenal sebagai juri MasterChef Indonesia, Chef Juna membangun nama lewat restoran Jack Rabbit di kawasan Kuningan pada 2010. Restoran itu terkenal disiplin dan semua menu dibuat in-house, mulai dari burger bun, es krim, hingga praline cokelat berbentuk kelinci.

Didikan kerasnya di dapur bukan isapan jempol. Ia menerapkan prinsip “lead by example”. Datang paling awal, pulang paling akhir. Bahkan dapur dikunci sendiri olehnya.

“Kalau kupas udang 6 kilo tiga jam, pulang saja,” katanya tegas kepada kru. Ia terus mendorong timnya lebih cepat dan efisien. Baginya, kitchen adalah soal teamwork dan tanggung jawab.

Salah satu kisah yang diungkap adalah ketika seorang kru pasta memilih keluar di tengah shift karena tak terima ditegur keras. Chef Juna tak menahan. Namun beberapa jam kemudian, kru tersebut menelepon dan meminta maaf.

“Jangan minta maaf ke saya. Minta maaf ke tim,” tegasnya. Besoknya, kru itu kembali dan meminta maaf di hadapan seluruh tim.

Budaya tim di Jack Rabbit sangat solid. Tak ada yang pulang sebelum dishwasher selesai. Semua bantu cuci piring. “Masuk bareng, pulang bareng,” kenangnya.

Awal Mula Bergabung dengan MasterChef Indonesia

Chef Juna mengungkap, ia adalah juri pertama yang dihubungi saat RCTI hendak membuat MasterChef Indonesia pada 2011. Bahkan, ia ikut membantu proses pairing juri agar chemistry di layar terasa pas.

“Tes cam, lalu bolak-balik dipasangkan dengan chef berbeda,” jelasnya.

Awalnya ia sempat ragu membagi waktu antara Jack Rabbit dan syuting MasterChef Indonesia. Namun ia datang dengan solusi kepada owner: tetap hadir di restoran sebelum atau sesudah syuting. Tanpa day off.

“Itu yang saya lakukan,” katanya.

Meski begitu, ia mengakui ada gesekan dalam proses produksi. Dunia kitchen dan showbiz sangat berbeda. Di dapur, semua harus “make it happen”. Di televisi, ada banyak faktor teknis yang tak bisa dipaksakan.

Namun menurutnya, tim yang sehat adalah tim yang berani berdebat. “Yang diam-diam itu berbahaya. Suatu hari bisa meledak,” tegasnya.

Sempat Hengkang, MasterChef Indonesia Hiatus

Chef Juna tak menampik pernah bersitegang dengan pihak produksi sehingga tak terlibat di season 3 dan 4. Di periode itu, MasterChef Indonesia dinilai kehilangan “core”-nya. Bahkan sempat hanya memiliki dua juri.

Setelah hiatus sekitar tiga tahun, ia kembali diajak meeting oleh manajemen baru. Sejak season 5, ia kembali dan bertahan hingga kini memasuki season 13.

Menurutnya, konsep MasterChef Indonesia sejak awal adalah kompetisi memasak amatir. Bukan ajang profesional paling bergengsi, melainkan brand reality cooking competition yang hadir di lebih dari 100 negara.

Namun, seiring waktu, standar peserta meningkat. Banyak yang memiliki latar pendidikan kuliner atau pengalaman profesional. Hal itu terjadi karena tekanan perbandingan dengan MasterChef Australia.

Soal Rasa vs Show Off

Chef Juna juga menyoroti kecenderungan peserta modern yang gemar “show off skill” lewat banyak komponen dalam satu piring.

“Mereka mau jual skill. Padahal kita cari makanan enak,” ujarnya.

Menurutnya, tingkat kesulitan memang menambah nilai. Tapi kalau rasa tak menyatu, tetap tak akan lolos.

Dari sekian banyak peserta MasterChef Indonesia, ia bangga pada mereka yang memanfaatkan ajang ini sebagai platform untuk naik kelas. Salah satunya Agus, runner up season 1 yang kini menjadi ikon kuliner di daerahnya.

Kini, setelah 13 musim, Chef Juna mengakui MasterChef Indonesia menjadi bagian besar hidupnya. Namun ia tetap bersyukur atas perjalanan panjang dari dapur keras Jack Rabbit hingga panggung televisi nasional.

“Grateful dan thankful selalu,” pungkasnya.

 

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#Juri MasterChef #MasterChef Indonesia #RCTI