iPhone Duo Resmi, Foldable Pertama Apple Bawa Layar 7,6 Inci dan Touch ID

JAKARTA - iPhone Duo resmi menjadi smartphone lipat pertama Apple. Perangkat ini membawa layar luar 5,4 inci dan layar utama 7,6 inci dengan sejumlah fitur yang dirancang khusus untuk memanfaatkan format foldable, termasuk dukungan Apple Pencil, kamera under-display, split screen, hingga sistem audio yang menyesuaikan orientasi perangkat.
Dalam hands on pertamanya, perangkat ini mendapat perhatian karena tampilan layar ketika dibuka terlihat menyatu. Transisi dari layar luar menuju layar dalam juga dilengkapi efek visual yang membuat perpindahannya terasa lebih seamless.
Layar luar iPhone Duo menggunakan format yang lebih lebar dan cenderung kotak. Sementara ketika dibuka, pengguna mendapatkan layar 7,6 inci dengan rasio yang lebih mendekati 16:9.
Salah satu bagian yang paling berbeda terdapat pada layar dalam. Apple menggunakan teknologi nano-texture display dengan permukaan matte. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya sekaligus membuat bekas lipatan atau crease lebih sulit terlihat.
Dalam pengujian langsung, layar bagian dalam terlihat tetap jelas meski digunakan di bawah cahaya matahari. Namun, permukaan matte tersebut dinilai berpotensi lebih mudah memperlihatkan bekas sidik jari.
Pertama Kali Dukung Apple Pencil
Perubahan format layar membuat Apple turut menyesuaikan tampilan iOS. Posisi sejumlah elemen antarmuka ikut berubah, termasuk dock aplikasi yang dipindahkan ke sisi kanan layar ketika perangkat dibuka.
Aplikasi Apple juga mendapatkan tampilan yang lebih besar untuk menyesuaikan area layar utama. Sistem ini memungkinkan pengguna memanfaatkan ruang tambahan tanpa sekadar memperbesar tampilan aplikasi versi layar luar.
iPhone Duo juga menjadi iPhone pertama yang mendukung Apple Pencil. Stylus tersebut dapat digunakan pada layar bagian dalam, meski belum dipastikan apakah dukungannya tersedia pada layar luar.
Untuk kamera depan, Apple menggunakan teknologi under-display camera. Kamera tersebut berada di balik layar sehingga tidak membutuhkan lubang kamera yang terlihat jelas.
Hasil foto dari kamera under-display dinilai cukup baik untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari. Namun, terdapat pemrosesan berupa sharpening dan hasil gambar masih terlihat agak lembut.



