Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nubia Redmagic 11 Pro Tembus 4 Juta di AnTuTu, Liquid Cooling Bukan Sekadar Gimmick

M
Nubia Redmagic 11 Pro tembus 4 juta di AnTuTu dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan liquid cooling, tetapi kamera menjadi titik lemahnya.(pinterest)
Nubia Redmagic 11 Pro tembus 4 juta di AnTuTu dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan liquid cooling, tetapi kamera menjadi titik lemahnya.(pinterest)

Advertisement

JAKARTA - Nubia Redmagic 11 Pro mencuri perhatian lewat performanya yang mampu menembus skor lebih dari 4 juta di AnTuTu. Pencapaian tersebut membuat HP gaming ini berada di posisi teratas dalam ranking yang ditampilkan pada situs benchmark tersebut.

Yang membuat hasilnya menarik, Nubia Redmagic 11 Pro menggunakan chipset yang juga ditemukan pada sejumlah HP lain. Namun, perangkat ini mengusung sistem pendingin liquid cooling yang disebut menjadi salah satu inovasi utamanya.

Dalam pengujian David, Nubia Redmagic 11 Pro mencatat skor AnTuTu sekitar 4,1 juta. Sebagai pembanding, iQOO 15 yang juga menggunakan chipset serupa sebelumnya memperoleh skor sekitar 3,9 juta.

Advertisement

Perbedaan performa tersebut mencapai lebih dari 10 persen. Padahal, dari sisi chipset, kapasitas RAM, dan jenis penyimpanan, keduanya dinilai memiliki spesifikasi yang relatif mirip.

Redmagic 11 Pro hadir dengan RAM 16GB LPDDR5T dan penyimpanan internal 512GB UFS 4.1. Perangkat ini menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 serta vapor chamber berukuran 13.116 mm persegi.

Advertisement

Namun, keunggulan utama yang paling banyak dibicarakan adalah sistem liquid cooling. Bagian belakang ponsel dibuat transparan untuk memperlihatkan jalur cairan berwarna biru yang bergerak ketika sistem pendingin aktif.

Cairan tersebut bukan air biasa. Dalam pengujian dan penjelasan video, cairan yang digunakan merupakan cairan terfluorinasi yang dirancang untuk memindahkan panas secara efisien dan tidak menghantarkan listrik.

Cara kerjanya menyerupai sirkulasi. Cairan dipompa untuk melewati area komponen yang menghasilkan panas, kemudian membawa panas tersebut menyebar ke bagian lain sebelum kembali melakukan sirkulasi.

Redmagic juga tetap mempertahankan kipas internal. Kipas dapat aktif otomatis ketika bermain game atau saat perangkat sedang diisi daya. Pengguna juga dapat mengaktifkannya secara manual.

Menariknya, hasil pengujian justru menunjukkan bahwa liquid cooling tidak memberikan perbedaan besar dalam benchmark. David menguji empat skenario, mulai dari kipas dan liquid cooling aktif hingga keduanya dimatikan.

Advertisement

Artikel Terkait

Nubia Neo 3 GT Jadi HP Gaming Rp3 Jutaan, Unggul di Performa tetapi Kamera Terbatas

Nubia Neo 3 GT Jadi HP Gaming Rp3 Jutaan, Unggul di Performa tetapi Kamera Terbatas

Nubia Neo 3 GT menawarkan fitur gaming lengkap, performa hingga 110 FPS, baterai 6.000 mAh, tetapi kamera menjadi kelemahan utama.

Tecno Pova 8 Pro Naik Kelas, Bawa Layar AMOLED 144 Hz dan Fitur Gaming Unik

Tecno Pova 8 Pro Naik Kelas, Bawa Layar AMOLED 144 Hz dan Fitur Gaming Unik

Tecno Pova 8 Pro membawa AMOLED 144 Hz, Dimensity 7400, kamera OIS, baterai 6.500 mAh, dan fitur Alive Matrix.

Nubia Neo 3 GT 5G Rp3 Jutaan Terlalu Fokus Gaming?

Nubia Neo 3 GT 5G Rp3 Jutaan Terlalu Fokus Gaming?

Nubia Neo 3 GT 5G Rp3 jutaan fokus pada gaming dengan layar OLED 120 Hz, shoulder trigger, baterai 6.000 mAh dan charging 80 watt.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer