RADAR TULUNGAGUNG – Samsung Galaxy A57 5G mulai mencuri perhatian publik meski belum resmi dirilis. Bocoran desain dan spesifikasi smartphone kelas menengah ini sudah ramai beredar di internet, memicu antusiasme penggemar gadget yang menantikan penerus lini populer Galaxy A5 series tersebut.
Samsung memang dikenal konsisten menghadirkan seri A5 sebagai salah satu produk terlaris di segmen midrange. Tak heran jika setiap kemunculan generasi baru selalu viral sejak tahap bocoran. Kali ini, Samsung Galaxy A57 5G disebut membawa sejumlah peningkatan, baik dari sisi desain maupun performa hardware.
Meski belum diumumkan secara resmi, berbagai informasi awal menunjukkan Galaxy A57 5G akan hadir dengan tampilan lebih premium, spesifikasi lebih kencang, serta dukungan fitur modern yang biasanya hanya ditemukan pada smartphone kelas flagship.
Desain Tipis dengan Material Premium
Secara tampilan, Galaxy A57 5G masih mempertahankan bahasa desain pendahulunya. Namun jika diperhatikan lebih detail, modul kamera belakang terlihat lebih lebar dan disebut-sebut mirip dengan bocoran flagship Galaxy S26.
Samsung membekali perangkat ini dengan frame metal serta lapisan kaca di bagian depan dan belakang yang dilindungi Corning Gorilla Glass Victus Plus. Kombinasi material tersebut memberi kesan kokoh sekaligus elegan saat digenggam.
Dimensi bodinya juga semakin ramping. Galaxy A57 5G dikabarkan memiliki ketebalan hanya 6,9 mm dengan bobot sekitar 182 gram. Angka ini tergolong ringan untuk smartphone berlayar besar, sehingga nyaman digunakan dalam aktivitas harian.
Layar Flexible OLED 120Hz, Visual Makin Smooth
Masuk ke sektor layar, Samsung melakukan peningkatan signifikan. Galaxy A57 5G disebut menggunakan panel flexible OLED produksi TCL yang membuat bezel semakin tipis dan tampilan terlihat modern.
Ukuran layarnya mencapai 6,6 inci dengan resolusi Full HD Plus serta refresh rate 120Hz. Spesifikasi ini menjanjikan pengalaman scrolling media sosial maupun bermain gim terasa lebih mulus.
Penggunaan layar fleksibel juga biasanya identik dengan smartphone premium. Karena itu, banyak pengamat menilai Galaxy A57 berpotensi menghadirkan rasa flagship di kelas midrange.
Kamera 50MP dengan OIS, Rekam Video 4K
Untuk fotografi, Samsung tampaknya masih mengandalkan konfigurasi kamera yang solid, meski belum menyematkan lensa telefoto.
Susunan kamera belakang terdiri dari sensor utama 50MP dengan Optical Image Stabilization (OIS), kamera ultra-wide 12MP, serta kamera makro 5MP. Sementara kamera depan memiliki resolusi 12MP.
Baik kamera depan maupun belakang sudah mendukung perekaman video hingga resolusi 4K, menjadikannya cukup mumpuni bagi kreator konten maupun pengguna yang gemar mengabadikan momen.
Performa Exynos 1680, Grafis Lebih Mantap
Dari sisi dapur pacu, Galaxy A57 5G dikabarkan ditenagai chipset Exynos 1680 berbasis fabrikasi 4 nanometer. Prosesor ini menggunakan GPU Xclipse 550 berarsitektur RDNA 3.5 dari AMD—teknologi yang juga dipakai pada chipset kelas lebih tinggi.
Kombinasi tersebut diyakini mampu meningkatkan performa grafis secara signifikan, terutama untuk gaming dan multitasking berat.
Samsung juga memasangkan RAM LPDDR5X serta penyimpanan UFS 3.1 agar kinerja perangkat semakin responsif. Varian memori yang tersedia meliputi RAM 8GB atau 12GB dengan storage 256GB.
Dukungan DeX dan Update OS Hingga 6 Tahun
Salah satu rumor paling menarik adalah kemungkinan hadirnya Samsung DeX pada Galaxy A57 5G. Jika benar terealisasi, fitur ini memungkinkan ponsel diubah menjadi pengalaman layaknya desktop saat terhubung ke monitor.
Selain itu, Samsung dikabarkan memberikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun. Perangkat ini diprediksi langsung menjalankan Android 16 berbasis One UI 8.5.
Fitur lainnya juga cukup lengkap, mulai dari dual stereo speaker, dual microphone, fingerprint in-display, NFC, WiFi 7, Bluetooth 6, hingga sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan air dan debu.
Baterai Belum Berubah, Harga Diprediksi Naik
Sayangnya, sektor baterai belum mengalami peningkatan. Galaxy A57 5G masih mengandalkan kapasitas 5000 mAh dengan dukungan fast charging 45 watt.
Meski tergolong standar, kapasitas tersebut tetap dinilai cukup untuk penggunaan seharian.
Untuk harga, belum ada bocoran resmi. Namun banyak analis memperkirakan akan terjadi sedikit kenaikan, seiring peningkatan spesifikasi dan fitur yang dibawa.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G terlihat sebagai paket midrange yang matang. Meski disebut tidak terlalu “menggebrak” dibanding kompetitor, kekuatan brand Samsung, software stabil, serta fitur lengkap tetap menjadi daya tarik utama.
Kini pertanyaannya, apakah Galaxy A57 5G akan kembali menjadi primadona di pasar smartphone kelas menengah? Publik tampaknya hanya perlu menunggu hingga Samsung mengumumkannya secara resmi.
Editor : Rosana Mar'atu Solikah