TULUNGAGUNG – Menjelang peluncuran resminya, Samsung Galaxy A57 mulai mencuri perhatian publik. Bocoran demi bocoran mengenai ponsel kelas menengah terbaru ini terus bermunculan, mulai dari sertifikasi resmi hingga detail spesifikasi kunci. Samsung Galaxy A57 bahkan disebut bakal meluncur berdekatan dengan Galaxy A37, tak lama setelah flagship Samsung S26 Ultra dirilis pada 25 Februari mendatang.
Menariknya, sorotan justru mengarah ke Samsung Galaxy A57, bukan ke lini flagship. Seri Galaxy A selama ini dikenal sebagai tulang punggung penjualan Samsung Electronics karena menawarkan kombinasi spesifikasi tinggi dengan harga yang relatif masuk akal. Ketika sebuah perangkat Galaxy A sudah mengantongi sertifikasi internasional, itu biasanya menjadi sinyal kuat bahwa produk tersebut siap masuk tahap produksi massal dan peluncuran global.
Galaxy A57 tercatat telah lolos sertifikasi TENAA di Tiongkok. Sebelumnya, pada November 2025, perangkat dengan nomor model SM-A5760 juga muncul di basis data sertifikasi 3C. Rangkaian sertifikasi ini mengindikasikan bahwa Samsung benar-benar serius menyiapkan penerus Galaxy A56 dalam waktu dekat.
Desain Ikut Naik Kelas, Aura Flagship Kian Kental
Dari sisi desain, bocoran yang dibagikan tipster ternama Antoni menyebut Galaxy A57 akan mengusung tampilan yang sangat mirip dengan seri Galaxy S26. Strategi ini sebenarnya bukan hal baru. Samsung kerap “menurunkan” bahasa desain flagship ke lini menengah, demi memberi kesan premium pada Galaxy A.
Modul kamera belakang Galaxy A57 disebut mengadopsi desain kapsul vertikal dengan tiga kamera yang tersusun rapi dan simetris. Back cover dibuat rata dengan minim tonjolan, dipadukan frame metal yang memberikan kesan kokoh saat digenggam. Kombinasi material kaca di bagian belakang dan metal di sisi samping membuat Galaxy A57 tampak lebih elegan dibanding pendahulunya.
Bobotnya diperkirakan di bawah 200 gram dengan bodi yang lebih tipis. Untuk ketahanan, Samsung tetap mempertahankan sertifikasi IP67, menjadikan Galaxy A57 aman dari debu dan cipratan air dalam penggunaan harian.
Layar Flexible OLED, Lebih Tipis dan Terang
Masuk ke sektor layar, Samsung Galaxy A57 disebut membawa panel flexible OLED berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits, memastikan layar tetap jelas meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Menariknya, panel OLED ini tak hanya dipasok oleh Samsung Display, tetapi juga oleh CSOT dari Tiongkok. Langkah ini diyakini sebagai strategi menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas. Dibanding Galaxy A56 yang masih memakai rigid OLED, penggunaan flexible OLED membuat bezel layar Galaxy A57 lebih tipis dan tampil lebih modern.
Performa Jadi Daya Tarik Utama
Sektor performa menjadi nilai jual paling mencolok. Samsung Galaxy A57 akan ditenagai chipset Exynos 1680 fabrikasi 4 nanometer. Chipset ini disebut mampu menghadirkan performa hingga dua kali lipat lebih kencang dibanding generasi sebelumnya.
GPU Xclipse 550 berbasis arsitektur RDNA 3.5 dari AMD juga menjanjikan lonjakan signifikan di sektor grafis. Skor AnTuTu Exynos 1680 diprediksi tembus di atas 1 juta poin, setara dengan Snapdragon 7 Gen 4 dan Dimensity 8000. Untuk memori, tersedia opsi RAM 8 GB dan 12 GB dengan penyimpanan internal 256 GB berjenis LPDDR5X dan UFS 4.0.
Kamera, Software, dan Konektivitas Lengkap
Di sektor kamera, Galaxy A57 mengusung kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX906 lengkap OIS, kamera ultra-wide 13 MP, dan kamera makro 5 MP. Kamera depan 12 MP mendukung perekaman video hingga 4K 60 fps, begitu pula kamera belakang.
Galaxy A57 akan berjalan dengan One UI 8 berbasis Android 16 dan dijanjikan mendapat 6 tahun update OS serta 6 tahun update keamanan. Rumor dukungan Samsung DeX juga ikut menguat, yang jika benar akan menjadi nilai tambah besar.
Konektivitasnya tergolong lengkap, mulai dari 5G, NFC, Bluetooth 5.4, fingerprint in-display, speaker stereo, hingga IR blaster. Namun, absennya jack audio dan slot microSD bisa menjadi catatan bagi sebagian pengguna.
Baterai Masih Sama, Harga Diprediksi Naik
Untuk daya, Samsung Galaxy A57 membawa baterai 5.000 mAh dengan fast charging 45 watt. Sayangnya, sektor ini belum mengalami peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Dari sisi harga, analis memprediksi akan ada kenaikan seiring lonjakan spesifikasi, terutama di sektor chipset dan layar.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 tampil lebih matang dengan desain premium, performa kencang, dan software yang menjanjikan dukungan panjang. Meski baterainya stagnan, ponsel ini tetap berpotensi menjadi primadona baru di kelas menengah saat resmi dirilis.
Editor : Izahra Nurrafidah