Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kalender Jawa Punya Dasar Ilmiah? Ini Cara Menghitung Weton dan Neptu

F
Kalender Jawa punya pola matematis yang teratur. Simak sejarah, cara menghitung weton dan neptu, serta fakta ilmiahnya (Pinterest).
Kalender Jawa punya pola matematis yang teratur. Simak sejarah, cara menghitung weton dan neptu, serta fakta ilmiahnya (Pinterest).

Advertisement

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Kalender Jawa masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sebagian masyarakat Jawa, mulai dari menentukan hari baik untuk pernikahan hingga menghitung kecocokan pasangan berdasarkan weton. Sistem penanggalan ini juga memiliki pola matematis yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Namun, kepercayaan bahwa weton menentukan karakter, rezeki, dan keberuntungan seseorang belum memiliki bukti ilmiah yang kuat. Lantas, bagaimana sejarah kalender Jawa, cara menghitungnya, dan sejauh mana sistem ini dapat dijelaskan melalui sains?

Sejarah Kalender Jawa dan Penggunaannya

Kalender Jawa berkembang sebagai bagian dari perjalanan sejarah dan kebudayaan masyarakat Jawa. Sistem ini memiliki kaitan erat dengan masa Kesultanan Mataram Islam, terutama setelah Sultan Agung memperkenalkan pembaruan kalender pada 1633.

Advertisement

Pembaruan tersebut memadukan penomoran tahun yang berlanjut dari tradisi Saka dengan sistem perhitungan bulan berdasarkan kalender Hijriah. Perpaduan ini menjadi salah satu contoh pertemuan tradisi Jawa dan pengaruh Islam dalam sejarah Nusantara.

Hingga sekarang, kalender Jawa masih digunakan untuk berbagai keperluan adat dan kebudayaan. Sebagian masyarakat memakainya untuk menentukan waktu pelaksanaan pernikahan, pindah rumah, kegiatan tradisional, hingga memperingati malam Satu Suro.

Meski demikian, penggunaan kalender Jawa tidak selalu berarti masyarakat meninggalkan kalender Masehi. Keduanya dapat digunakan berdampingan sesuai kebutuhan, baik untuk urusan sehari-hari maupun pelaksanaan tradisi.

Mengenal Lima Pasaran dalam Kalender Jawa

Salah satu ciri khas kalender Jawa adalah sistem pasaran yang terdiri atas lima hari, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Siklus ini berjalan bersamaan dengan siklus tujuh hari yang dikenal dalam kalender Masehi.

Perpaduan kedua siklus tersebut menghasilkan pola berulang setiap 35 hari. Angka ini berasal dari kelipatan persekutuan terkecil antara tujuh hari dalam sepekan dan lima hari pasaran.

Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Selasa Legi akan kembali menemukan kombinasi hari dan pasaran yang sama setelah 35 hari. Siklus inilah yang menjadi dasar penghitungan weton dalam tradisi Jawa.

Weton merupakan kombinasi hari kelahiran dan pasaran seseorang. Dalam praktik kebudayaan Jawa, weton kerap digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk menghitung kecocokan pasangan, menentukan hari baik, atau membaca karakter berdasarkan primbon.

Namun, penting dipahami bahwa fungsi tersebut berkaitan dengan kepercayaan dan tradisi masyarakat, bukan kepastian ilmiah mengenai masa depan seseorang.

Advertisement
Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest

Artikel Terkait

Hari Baik November 2026 Menurut Primbon Jawa, Catat 9 Tanggal Ini !

Hari Baik November 2026 Menurut Primbon Jawa, Catat 9 Tanggal Ini !

Hari baik November 2026 menurut primbon Jawa, simak 10 tanggal pilihan untuk pernikahan, pindah rumah, dan hajatan.

Kalender Jawa November 2026 Lengkap, Cek Weton, Pasaran, dan Wuku Setiap Tanggal

Kalender Jawa November 2026 Lengkap, Cek Weton, Pasaran, dan Wuku Setiap Tanggal

Kalender Jawa November 2026 lengkap dengan daftar weton, pasaran, neptu, dan wuku setiap tanggal.

Kalender Jawa November 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, Neptu, dan Wuku

Kalender Jawa November 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, Neptu, dan Wuku

Kalender Jawa November 2026 lengkap dengan weton, pasaran, neptu, dan wuku. Cek tanggalnya di sini!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer