RADAR TULUNGAGUNG - Kecamatan Gondanglegi di Kabupaten Malang menjadi salah satu titik jalur kereta api mati di Malang Raya yang cukup diperhitungkan.
Apalagi di Gondanglegi juga menjadi titik persimpangan jalur kereta api dari Kota Malang menuju Dampit maupun Kepanjen.
Baca Juga: Hilang Dicabut Jepang, Dulu di Jalur Gondanglegi - Kepanjen Malang Ada 14 Pemberhentian Kereta Api
Stasiun Gondanglegi menuju Stasiun Dampit memiliki jarak 15 kilometer dan memiliki tujuh pemberhentian.
Kemudian ada jalur Sedayu - Turen sepanjang 1 kilometer.
Yakni Gondanglegi – Sepanjang – Sedayu – Turen (percabangan) – Talok – Rembun – Pamotan – Dampit.
Baca Juga: Ini Sisa-sisa Jalur Kereta Api Mati di Bululawang Malang, Dulu Mendukung Aktivitas Dua Pabrik Gula
Jalur Gondanglegi - Dampit dibuka secara bertahap, sebagai berikut:
1. Tahap pertama jalur Gondanglegi – Talok dibuka pada9 September 1898 sepanjang 7 kilometer.
2. Tahap kedua adalah Talok – Dampit yang dibuka pada 14 Januari 1899 dengan panjang sejauh 8 kilometer.
3. Sedangkan tahap ketiga Sedayu – Turen yang dibuka pada 25 September 1908 dengan panjang hanya 1 kilometer.
Baca Juga: Bangunannya Sudah Tak Tersisa, Begini Posisi Halte Kendalpayak di Jalur Kereta Api di Malang Raya
Percabangan jalur antara Gondanglegi hingga Dampit memiliki nasib yang sama seperti jalur Gondanglegi – Kepanjen.
Semua tidak lepas dari campur tangan Jepang saat menduduki Indonesia.
Rel-rel tersebut dicabut untuk dipindah ke daerah lain atau disulap untuk dibuat alat perang.
Namun nasib jalur tram antara Gondanglegi – Dampit jauh lebih baik dari pada jalur yang menuju ke Kepanjen.
Karena pascakemerdekaan jalur menuju Dampit dipasang kembali oleh Pemerintah Kolonial saat ingin merebut kembali kedaulatan Republik Indonesia.
Jalur tram yang tidak dipasang kembali adalah percabangan antara Halte Sedayu hingga Turen yang memiliki panjang hanya 1 kilometer saja. ****
Editor : Dharaka R. Perdana