24.4 C
Tulungagung
Friday, September 30, 2022

Hidupkan Klub, Regenerasi Atlet

KOTA, Radar Tulungagung – Proses regenerasi atlet bulu tangkis harus terus dilaksanakan. Agar tak kehabisan atlet potensial bisa mengharumkan kabupaten ini di tingkat provinsi maupun nasional.

Caranya, dengan menghidupkan klub-klub olahraga tepok bulu secara konsisten. Karena klub  yang bisa menampung atlet-atlet belia dan memiliki minat.

Langkah  berikut adalah bagaimana konsistensi klub dalam membina pemain. “Harus ada keseriusan membina atlet belia ini, tapi tetap  memperhatikan kemampuan fisik,” ungkap pelatih New Star Exits Tulungagung Edi Buah.

Dia menegaskan, porsi latihan melihat  kemampuan fisik secara bertahap. Jik ada peningkatan ke jenjang lebih tinggi atau tambah durasi.

Jika dirasa kekuatan fisik sudah mumpuni di kelas setiap atlet, perlu diimbangi dengan skill. 

Skill dan fisik sudah mumpuni, tinggal melatih mental untuk berkompetisi. Jika musim pandemi ini, kompetisi internal lebih efektif.

Hasilnya, lanjut dia, sudah tak terhitung atlet didikannya menjuarai kompetisi tingkat nasional maupun provinsi. “Di sisi lain, harus juga membangun komunikasi dengan orang tua agar selalu support  anaknya,” tandas pria berbadan gempal ini.

Dia menambah, mudah-mudah pandemi segera  berakhir dan kompetisi secara normal bisa digelar kembali. (*)            

KOTA, Radar Tulungagung – Proses regenerasi atlet bulu tangkis harus terus dilaksanakan. Agar tak kehabisan atlet potensial bisa mengharumkan kabupaten ini di tingkat provinsi maupun nasional.

Caranya, dengan menghidupkan klub-klub olahraga tepok bulu secara konsisten. Karena klub  yang bisa menampung atlet-atlet belia dan memiliki minat.

Langkah  berikut adalah bagaimana konsistensi klub dalam membina pemain. “Harus ada keseriusan membina atlet belia ini, tapi tetap  memperhatikan kemampuan fisik,” ungkap pelatih New Star Exits Tulungagung Edi Buah.

Dia menegaskan, porsi latihan melihat  kemampuan fisik secara bertahap. Jik ada peningkatan ke jenjang lebih tinggi atau tambah durasi.

Jika dirasa kekuatan fisik sudah mumpuni di kelas setiap atlet, perlu diimbangi dengan skill. 

Skill dan fisik sudah mumpuni, tinggal melatih mental untuk berkompetisi. Jika musim pandemi ini, kompetisi internal lebih efektif.

Hasilnya, lanjut dia, sudah tak terhitung atlet didikannya menjuarai kompetisi tingkat nasional maupun provinsi. “Di sisi lain, harus juga membangun komunikasi dengan orang tua agar selalu support  anaknya,” tandas pria berbadan gempal ini.

Dia menambah, mudah-mudah pandemi segera  berakhir dan kompetisi secara normal bisa digelar kembali. (*)            

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/